Monday, 6 February 2017

Lady General Hua Mu Lan (1964) - 花木蘭



Disiarkan : 3 Desember 2016



Hua Mu Lan adalah seorang pendekar yang diduga pernah hidup di masa Dinasti  Utara dan Selatan (Nan Bei Chao; 420 – 589). Sebenarnya tidak ada catatan sejarah yang secara spesifik menjelaskan keberadaan Hua Mu Lan. Satu-satunya informasi paling awal yang menceritakan tentang Mu Lan adalah tulisan Sastrawan Guo Mao Qian (郭茂 ) yang menulis naskah Kumpulan Lagu Lama dan Baru (古今樂 – Gu Cin Lek Lu) yang diterbitkan pada abad ke-5 Sesudah Masehi. Salah satu bab dari naskah tersebut memuat sebuah cerita berjudul Balada Mu Lan (木蘭辭 – Mu Lan Se) yang menceritakan tentang kisah Hua Mu Lan, anak perempuan Jenderal yang menggantikan ayahnya yang sakit-sakitan untuk turun berperang.

Kisah Mu Lan ini baru mulai populer pada abad 15 ketika Sastrawan Xu Wei menulis naskah drama  berjudul Pahlawan Wanita Mu Lan Pergi Bertempur Menggantikan Ayahnya (雌木蘭替父從Ce Mu Lan Dhi Fu Chong Jin). Kisah ini dibuat dalam 2 babak dan sering ditampilkan dalam berbagai kesempatan.  Sejak itulah kisah Hua Mu Lan pun menjadi sangat terkenal dan banyak orang menyamakan kualitas ceritanya dengan Kisah Cinta Liang San Bo dan Zhu Ing Thay (Liang - Zhu).

Dengan semakin terkenalnya kisah Hua Mu Lan, banyak ahli sejarah yang kemudian merasa yakin kalau Pendekar Wanita ini memang benar-benar pernah ada.  Karena itulah, mereka kemudian menelusuri catatan sejarah semua ksatria atau pendekar wanita yang pernah ada di Tiongkok. Meski sudah mencari, namun mereka akhirnya mengakui kalau tidak ada pendekar wanita yang kisah hidupnya benar-benar cocok dengan kisah hidup Hua Mu Lan. Satu-satunya Pendekar Wanita yang memiliki sedikit kesamaan dengan kisah hidup Hua Mu Lan adalah Ahli Strategi Fu Hao atau Yang Mulia Hao. Hanya saja, Pendekar Wanita tersebut hidup di masa Dinasti Shang ( – Shang Chao)  yang berkuasa di masa Abad 1600 – 1046 Sebelum Masehi, hampir 2000 tahun sebelum masa Hua Mu Lan pernah hidup.

Sejak sukses dan terkenal di abad 15, kisah Hua Mu Lan banyak diadaptasi dalam bentuk novel, drama panggung, film layar lebar, serial televisi, dan lain-lain.

Di awal abad 20, tepatnya tahun 1917, drama Hua Mu Lan pertama kali ditampilkan di panggung opera. Kisah berjudul Mulan Bergabung dengan Tentara ( Mulan congjun) ini merupakan drama panggung Opera Beijing pertama yang mengangkat kisah Hua Mu Lan yang bergabung dengan tentara menggantikan ayahnya yang sedang sakit. Pemeran Hua Mu Lan kala itu adalah Artis Opera Beijing Mei Lan Fang.  Sejak memerani karakter Hua Mu Lan, Mei Lan Fang menjadi sangat terkenal sebagai Aktris Legenda Opera Tiongkok.

Sedangkan adaptasi kisah Hua Mu Lan ke layar lebar pertama kali dilakukan tahun 1927 dengan dirilisnya film berjudul Hua Mu Lan Joins The Army (木蘭從 – Mu Lan Cong Jin ). Film tersebut merupakan film bisu yang diproduksi Tian Yi Film Company dan disutradarai Li Ping Qian.
Untuk serial televisinya, adaptasi pertama Hua Mu Lan dirilis tahun 1998 dengan judul  A Tough Side of A Lady (Hua Mu Lan) yang diproduksi TVB. 
Hingga hari ini sudah ada 9 film layar lebar (termasuk 1 film animasi produksi Walt Disney) dan 5 serial televisi yang mengadapsi kisah kepahlawanan Hua Mu Lan. Sedangkan kalau drama panggungnya sendiri, sudah tidak terhitung jumlahnya, mengingat kisah Hua Mu Lan merupakan drama panggung paling populer dan sangat sering dimainkan sejak awal abad 20 hingga hari ini.

Dari semua adaptasi film dan layar lebar Hua Mu Lan, ada 1 adaptasi film layar lebar yang cukup menarik yang ingin YANG GUO angkat hari ini. Film tersebut berjudul LADY GENERAL HUA MU LAN. Film ini drilis tahun 1964, disutradarai Yueh Feng dan diperani Ivy Ling Po (sebagai Hua Mu Lan) dan Ciang Hung (sebagai Jendral Li).


KISAH PENDEKAR
Film LADY GENERAL HUA MU LAN mengisahkan tentang Hua Mu Lan, seorang gadis cantik yang terlahir dari keluarga yang cukup berada. Meski keluarganya kaya, tetapi Mu Lan bukanlah gadis yang hidup manja. Dia justru adalah seorang gadis yang sangat mandiri, menyukai bela diri dan memanah. Satu ketika dia mendengar kabar kabar Kaisar mengumumkan perang terhadap Bangsa Barbar karena bangsa tersebut berencana untuk menguasai wilayah Tiongkok. Oleh karena itu, semua pria di setiap wilayah wajib ikut berperang membela negara.  

Saat pulang usai berburu, Mu Lan mendapat kabar kalau Ayahnya menerima Titah Raja untuk ikut berperang. Masalahnya, ayah Mu Lan sedang sakit dan usianya pun sudah tidak muda lagi.  Tetapi karena dulu ayah Mu Lan adalah seorang Pendekar dan pejuang kerajaan, dia memaksakan diri untuk ikut maju ke medan perang.  

Melihat kondisi ayahnya yang demikian, dan tidak ada lagi yang bisa menggantikan ayahnya dalam perang tersebut, Mu Lan mengajukan diri untuk menggantikan ayahnya.  

Ayah Mu Lan menghargai perhatian anaknya itu. Hanya saja Mu Lan masih sangat muda, ceroboh, dan juga dia adalah seorang wanita. Di zaman dulu, wanita tidak diizinkan untuk berperang atau menjadi tentara karena pekerjaan menjadi tentara adalah pekerjaan yang sangat berat.  Karena hal itulah, maka ayahnya tidak setuju jika Mu Lan menggantikan ayahnya menjadi tentara.

Malam harinya, Mu Lan dinasihati Adik Perempuannya bernama Mu Hui kalau sebagai wanita, takdir mereka adalah menjadi istri dan tinggal di rumah mengurusi keluarga. Karena itu, daripada ikut perang, lebih baik memikirkan calon suami yang akan mereka nikahi kelak. Mendengar hal itu, Mu Lan tidak setuju. Baginya, membela Negara adalah hak semua orang, baik pria maupun wanita. Apalagi Mu Lan adalah anak sulung di keluarganya, sehingga adalah kewajibannya untuk menjadi tulang punggung keluarga. Karena itu, dia tetap ingin menjadi tentara, menggantikan ayahnya.

Untuk itu, dia berencana untuk menyamar sebagai pria dan diam-diam mendaftar sebagai tentara. Dia kemudian meminta adiknya untuk mencuri tombak dan pakaian perang milik ayahnya. Tapi adiknya takut mencuri pusaka milik ayahnya tersebut. Dia pun tidak setuju kakaknya menjadi tentara. Karena itu, dia meminta Mu Lan menceritakan keinginannya ini pada ibu mereka. Jika Mu Lan tidak mau menceritakan, adiknyalah yang akan menceritakan.

Keesokan harinya, adik Mu Lan meminta Ibunya untuk mengizinkan Mu Lan pergi berperang karena kondisi ayah mereka yang masih sakit. Tetapi Ibunya tetap tidak setuju Mu Lan ikut berperang karena pekerjaan itu adalah pekerjaan pria. Wanita tidak pantas menjadi tentara. Para wanita ditakdirkan hanya menjadi istri dan mengurus rumah saja.

Pada waktu itu, keluarga adik Ayah Mu Lan datang berlindung. Bangsa Barbar telah memasuki wilayah Tiongkok dan rumah mereka yang terletak di perbatasan telah habis dibakar oleh bangsa Barbar. Mendengar berita itu, hati Ayah Mu Lan langsung panas, dan dia ingin segera maju berperang.

Kemudian datanglah keponakan Ayah Mu Lan bernama Hua Ming. Dia mengatakan kalau dia mau ikut berperang. Selain itu, dia memperkenalkan temannya yang seorang pendekar. Temannya tersebut kenal baik dengan sepak terjang Ayah Mu Lan saat masih muda, sehingga dia ingin menjajal kemampuan Ayah Mu Lan.

Saat bertemu dengan pendekar itu, Sang Pendekar mengatakan kalau dia ingin menjajal kemampuan kungfunya dan minta pendapat Ayah Mu Lan, apakah kemampuan itu cukup untuk berperang melawan Bangsa Barbar.

Pendekar itu pun beradu bela diri dengan Ayah Mu Lan. Dalam berapa jurus, Pendekar itu nyaris berhasil mengalahkan Ayah Mu Lan, tetapi karena memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak daripada sang Pendekar, Ayah Mu Lan berhasil mengalahkan sang Pendekar. Saat Ibu Mu Lan melihat pertarungan itu, dia segera mengenali Pendekar itu sebagai Mu Lan yang sedang menyamar sebagai pria.

Ketika tahu pendekar itu adalah Mu Lan yang menyamar, Ayah Mu Lan kaget dan terharu. Dia baru mengetahui kalau Mu Lan memiliki kemampuan kung fu yang sangat luar biasa. Karena itu, dia memberikan restu pada Mu Lan untuk ikut berperang karena bisa menjaga diri selama ikut berperang.  Meski demikian, saat berperang nanti, Mu Lan harus didampingi saudara sepupunya, Hua Ming.

Tapi Ibu Mu Lan masih menguatirkan keselamatan Mu Lan, karena bagaimana pun juga dia adalah seorang wanita. Selain itu, Kaisar telah menitahkan bahwa hanya laki-laki saja yang boleh ikut berperang. Ibu Mu Lan kuatir kalau sampai Kaisar mengetahui Mu Lan ikut berperang, maka keluarga mereka bisa dihukum Kaisar.

Namun Ayah Mu Lan tetap mendukung keinginan Mu Lan untuk ikut berperang. Menurutnya, jika seseorang memiliki kemampuan untuk membela negara, tidak perduli dia adalah pria maupun wanita, orang tersebut haruslah melakukan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Kalau memang Kaisar menghendaki hanya pria saja yang boleh berperang, maka dia setuju kalau Mu Lan menyamar sebagai pria. Jika sampai Kaisar mengetahui dan memberikan hukuman, Ayah Mu Lan bersedia menanggung risiko tersebut, karena dia bangga punya anggota keluarga yang punya kemampuan dan mau membela negara.

Akhirnya dengan berat hati, Ibu Mu Lan pun setuju melepaskan anak sulungnya itu ikut berperang. Dia lalu membuatkan pakaian pria untuk anaknya tersebut.

Sementara itu, dalam acara pelepasan anaknya menuju ke medan perang, Ayah Mu Lan memberikan Tombak miliknya. Tombak tersebut telah digunakannya sejak dia muda dulu saat menjadi pendekar dan membela Tanah Air. Dia berharap tombak itu dapat menjadi senjata yang melindungi Mu Lan selama di medan perang. Dan setelah selesai berperang, Ayah Mu Lan meminta Mu Lan membawa pulang tombak tersebut agar bisa digantung sebagai pusaka Rumah Keluarga Hua.

Mu Lan dan Hua Ming pun berangkat ke Tong Guan untuk ikut berperang. Sepanjang perjalanan, Mu Lan dan Hua Ming bertemu orang-orang yang ingin menjadi tentara tetapi tidak punya hati yang tulus untuk mengabdi pada negara. Ada yang ingin menjadi tentara agar punya jabatan dan banyak harta. Ada yang ingin jadi tentara agar jadi orang yang dihormati di desanya. Bahkan ada yang ingin menjadi tentara hanya agar bisa mendapatkan banyak istri. Mengetahui hal itu, Mu Lan dan Hua Ming pun menjauhi orang-orang tersebut.

Setibanya di Tong Guan, Mu Lan dan Hua Ming langsung mendaftar di tempat pendaftaran tentara. Mereka kemudian diarahkan ke tempat pelatihan tentara. Di tempat pelatihan itu ternyata ada seleksi tentara, di mana masing-masing calon tentara diharuskan berduel dengan calon yang lain.

Dalam seleksi itu, Mu Lan berhasil menduduki peringkat teratas Calon Tentara Kerajaan setelah berhasil mengalahkan semua calon tentara. Hal ini membuat Hua Mu Lan mendapatkan perhatian dari Komandan Perang.

Saat mempersiapkan logistik untuk berperang, mereka disambut oleh Pemimpin mereka bernama Jendral Li yang kemudian mengajak para tentara untuk bersulang arak agar semua anggota tentara bisa saling kompak. Karena Mu Lan tidak bisa minum arak, maka dia menolak ikut bersulang. Penolakannya tersebut justru membuat para tentara tidak terima dan memaksa Mu Lan minum. Akibatnya Mu Lan pun mabuk dan identitasnya nyaris diketahui Jendral Li. Beruntung Hua Ming berhasil mengalihkan perhatian Jendral Li, sehingga identitas Mu Lan masih terjaga dengan baik.

Setelah sadar dari mabuknya, Mu Lan kemudian menghadap Jendral Li untuk meminta maaf karena kecerobohannya sehingga mabuk. Tapi Jendral L i memaafkannya, karena paham kalau Mu Lan belum pernah ke luar rumah sebelumnya.

Untuk menebus tindakan cerobohnya yang mabuk-mabukan, Mu Lan meminta izin untuk ikut berjaga malam bersama Jendral Li. Dan mereka berdua pun bersama-sama berjaga malam.

Cerita pun meloncat 10 tahun kemudian. Setelah melalui berbagai pertempuran bersama, Mu Lan semakin terkesan dengan sikap Jendral Li, yang tidak saja ahli dalam perang, tetapi juga perduli kepada banyak orang, terutama Mu Lan. Mu Lan pun bertanya-tanya, apakah mungkin Jendral Li sudah tahu jati dirinya. Diam-diam, Mu Lan jatuh hati pada Jendral Li. Namun karena perang masih panjang, Mu Lan memutuskan untuk membuang jauh-jauh perasaannya pada Jendral Li dan berfokus pada perang.

Dalam sebuah penyerangan ke markas Musuh, Mu Lan dan Jendral Li menaruh curiga pada markas tersebut karena sama sekali tidak dijaga tentara musuh. Terlebih mereka melihat tidak ada pergerakan apapun di markas musuh tersebut. Melihat hal itu, Mu Lan dan Jendral Li memutuskan untuk kembali ke markas mereka dan melaporkan apa yang mereka lihat pada Komandan mereka. Mulan menduga kalau musuh akan menyerang malam ini.

Berdasarkan laporan Mulan dan Jendral Li, maka mereka pun membuat siasat dengan meninggalkan markas mereka dan bersembunyi di dalam hutan.

Benar saja dugaan Mulan. Malam harinya, pasukan musuh datang menyerbu markas mereka. Ketika musuh sudah memasuki kemah, Mulan dan pasukannya langsung mengepung musuh mereka.  Dengan mudah, mereka berhasl mengalahkan tentara musuh. Mulan pun berhasil menangkap Pimpinan Pasukan Barbar.

Dalam pertempuran itu, Mulan mengalami luka terkena panah beracun. Saat rekan-rekannya ingin mengobati, Mulan menolak. Penolakan Mulan jelas membingungkan mereka, sehingga mereka menganggap Mulan bertingkah seperti anak-anak. Walah demikian, Mulan tetap bersikukuh tidak ingin diobati. Tapi setelah diberi pengertian, akhirnya Mulan bersedia diobati.

Atas jasanya memenangkan perang dan mengalahkan Pasukan Barbar, Komandan Perang berniat membawa Mulan ke Istana untuk bertemu Kaisar. Tetapi Mulan menolak, dan lebih memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya. Permintaan Mulan pun disetujui oleh Komandan.

Sebelum Mu Lan pulang ke rumah, Komandan mengatakan kalau dia sangat menyukai Mu Lan dan ingin Mulan menikahi anak perempuannya. Tentu saja permintaan Komandan ditolak oleh Mu Lan dan dia berpura-pura telah dijodohkan dengan perempuan lain di kampung halamannya. Karena Mu Lan menolak, maka Komandan pun menghargai Mulan dan berharap Mulan dapat menjalankan hidup berumah tangga dengan baik.

Sementara itu, Jendral Li yang mengira Mulan menerima perjodohan yang ditawarkan Komandan, kemudian mengucapkan selamat kepada Mulan. Mulan kemudian menceritakan kepada Jendral Li kalau dia menolak perjodohan yang ditawarkan Komandan. Sebaliknya, tanpa Mulan sadari, dia mengungkapkan kesukaannya pada Jendral Li dan berharap bisa menikah dengannya. Tentu saja ungkapan Mulan ini membuat Jendral Li bingung. Dia kemudian menjelaskan kepada Mulan kalau sangat tidak mungkin pria dapat menikah dengan pria.

Keesokan harinya, Mulan pun pulang ke kampung halamannya dengan diiringi doa para teman-teman seperjuangannya. Sebelum pulang, Mulan berpesan kepada teman-temannya agar setelah perang usai, mereka dapat mengunjungi Mulan di kampung halamannya.

Cerita pun bergulir beberapa tahun kemudian. Mulan kini telah menjalani hidupnya kembali sebagai gadis biasa. Satu ketika, desa tempat Mulan tinggal dihebohkan dengan kedatangan serombongan pasukan kerajaan. Mereka mencari tempat tinggal Mulan. Setelah bertemu tempat tinggal Mulan, mereka semua tekejut saat mengetahui kalau Mulan adalah perempuan.

Jendral Li kemudian mengungkapkan kekagetannya dan sama sekali tidak menyangka kalau Mulan adalah perempuan. Dia kemudian menyamakan Mulan seperti Zhu Ing Thay yang menyamar sebagai perempuan dan menjalin cinta dengan Liang San Bo.

Mulan kemudian meledek Jendral Li dan mengatakan kalau Liang San Bo dan Zhu Ing Thay hanya berteman selama 3 tahun dan mereka langsung menjalin hubungan asmara. Sedangkan Mulan dan Jendral Li berperang bersama-sama selama 12 tahun, tetapi Jendral Li baru mengetahui jati diri Mulan yang sebenarnya hari ini. Menurut Mulan, Jendral Li jauh lebih tidak sensitif dibandingkan Liang San Bo.

Sebagai informasi untuk Pendengar, Liang San Bo dan Zhu Ing Thay adalah legenda kisah cinta yang paling populer di Tiongkok. Kisah cinta mereka akan YANG GUO ulas dalam petualangan KAMPUNG PENDEKAR selanjutnya.

Keesokan harinya, Jendral Li dan pasukannya akan berangkat berperang kembali. Sebelum berangkat, dia menyatakan isi hatinya pada Mulan dan berharap Mulan bisa menunggunya sampai tugas perangnya berakhir. Mulan pun setuju untuk menunggu Jendral Li pulang dan meminangnya. Untuk mengikat hubungan cinta mereka, Mu Lan memberikan dompet kain pada Jendral Li sebagai lambang cinta. Sementara itu, Jendral Li memberikan pedang pusaka miliknya sebagai bukti cintanya pada Mulan.

Cerita Mulan ini pun diakhiri dengan perginya Jendral Li berperang kembali, sedangkan Mulan dengan setia menanti kepulangan Jendral Li.

Kisah Hua Mu Lan merupakan salah satu cerita klasik bangsa Tiongkok yang hingga hari ini masih diminati dan disukai banyak orang. Hal ini karena cerita Hua Mu Lan mengandung ajaran moral dasar masyarakat Tiongkok. Beberapa di antaranya :

1.       Hormat Pada Orang Tua :
Ketika melihat ayahnya yang sakit-sakitan dan tidak mungkin ikut berperang, Mu Lan memutuskan untuk menggantikan posisi ayahnya. Meski dia seorang wanita, tetapi dia memberikan baktinya kepada orang tua dan menjadi tentara.

Sebagai anak, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk selalu memperhatikan orang tua kita. Tidak ada batasan bahwa menjaga orang tua di masa tua mereka adalah kewajiban anak sulung atau anak bungsu, anak perempuan atau anak laki-laki. Siapapun kita, punya kewajiban yang sama untuk merawat orang tua kita sendiri, terutama jika usianya sudah tidak muda lagi. Bagaimana pun juga, mereka telah berjasa merawat kita sejak lahir.

2.       Cinta Tanah Air :
Tema Cinta Tanah Air merupakan tema patriotisme yang mungkin Pendengar sering temukan dalam film-film Tiongkok. Ya, Sineas Tiongkok merasa perlu mengangkat tema tersebut untuk mengingatkan para penonton mereka agar selalu perduli pada bangsa dan negara, serta rela berjuang mempertahankan negara dari serangan musuh.

Film Lady General Hua Mu Lan menggambarkan semangat Cinta Tanah Air Hua Mu Lan di mana dia ikut terjun langsung ke medan perang membela negaranya.  Apa yang digambarkan film ini mengandung makna bahwa semangat cinta Tanah Air dan Bela Negara tidak hanya milik pria saja. Wanita pun punya hak dan kewajiban yang sama dalam membela negara.


FAKTA PENDEKAR :
1.       Meski kisah legenda Hua Mu Lan sudah dikenal masyarakat Tiongkok sejak berabad-abad silam, namun karakter ini baru dikenal masyarakat Barat tahun 1998, yaitu ketika Walt Disney merilis film animasi berjudul Mulan. Film animasi drama-musikal itu mengisahkan tentang seorang gadis bernama Hua Mu Lan yang menggantikan ayahnya untuk turun ke medan perang.

Alur cerita film animasi Mulan sebenarnya mengadaptasi dari film hitam-putih Tiongkok berjudul Mulan Joins The Army yang dirilis tahun 1939.

Sebelum film animasi Mulan dirilis, Walt Disney sebenarnya barusan mengalami kerugian yang cukup banyak saat merilis film animasi Hercules dan The Hunchback of Notre Dame. Akibat kerugian itu, Walt Disney sangat berhati-hati saat merilis Mulan, sehingga promosi Mulan tidak segencar seperti ketika Walt Disney mempromosikan film-film sebelumnya. Meski demikian, di luar dugaan, Mulan meraih keuntungan yang luar biasa. Dibuat dengan biaya US$ 90 juta, Mulan akhirnya berhasil meraih keuntungan finansial sebesar US$ 304.3 juta dan menjadi film animasi Walt Disney paling sukses di masa itu.

Meski sukses saat ditayangkan di dunia, film ini justru kurang sukses saat ditayangkan di Tiongkok. Hal ini terjadi karena film Mulan baru tayang setahun setelah film tersebut ditayangkan di bioskop luar negeri. Akibatnya, sebelum film itu beredar, VCD dan DVD bajakan Mulan sudah beredar luas di Tiongkok. Selain itu, masyarakat Tiongkok juga mengkritik alur cerita film animasi Mulan yang dinilai sangat berbeda jauh dengan kisah Mulan yang dikenal masyarakat Tiongkok.


2.       Pada tahun 2009, Sutradara Jingle Ma merilis sebuah film layar lebar berjudul Mulan : Rise of A Warrior (dikenal juga dengan judul Mulan : Legendary Warrior). Film yang diperani Zhao Wei, Chen Kun, Hu Jun, Jaycee Chan, dan Nicky Lee ini mengisahkan cerita Hua Mu Lan yang terbilang sangat berbeda dengan kisah Mu Lan yang dikenal banyak orang, dan merupakan adaptasi baru dari legenda Hua Mu Lan.

Film tersebut mengisahkan tentang Hua Mu Lan yang berperang melawan Suku Rouran yang berniat menguasai Tiongkok. Di tengah pertempuran, salah seorang rekannya bernama Wentai mengetahui jati diri Mu Lan. Tetapi dia menutupi identitas Mu Lan sebenarnya. Keduanya bertempur dan akhirnya berhasil memukul mundur Suku Rouran. Meski sudah menang dalam perang, tetapi Mu Lan lebih memilih menjadi tentara dan membela negaranya, daripada memilih cinta dan menikah dengan Wentai. Kisah film ini berakhir dengan perpisahan antara Mu Lan dan Wentai.

Film ini selain sukses secara finansial juga meraih banyak penghargaan. Beberapa penghargaan yang diraihnya antara lain Best Actress dalam Chanchun Film Festival, Hundrel Flowers Awards, dan Shangai Film Critics Awards, serta Best Picture di ajang Hundred Flowers Awards. 

Theme song film ini berjudul “Mu Lan Qing” (木蘭 ) juga meraih penghargaan yaitu Best Original Song di ajang Hong Kong Film Awards. Lagu tersebut diciptakan oleh Lee Shi Siong dan lirik dibuat oleh Kevin Yee. Sedangkan artis Stefanie Sun dipercaya untuk menyanyikan lagu tersebut.  Lagu tersebut mengisahkan tentang kisah cinta Mu Lan yang tidak kesampaian karena dia lebih memilih membela Tanah Airnya daripada kekasih yang dicintainya.

Sunday, 5 February 2017

Edisi Khusus - Jurus Pendekar Biara Shaolin




Kali ini kita akan mengupas hal khusus tentang Jurus Pendekar Biara Shaolin.

Selain sebagai biara tempat mendalami ajaran agama Buddha, Biara Shaolin juga merupakan tempat berkembangnya ilmu-ilmu kungfu Tiongkok. Di sana terdapat perpustakaan yang menyimpan ratusan catatan jurus dan ilmu bela diri yang tercatat dengan sangat rapi sejak berabad-abad tahun. 

Pada intinya, Jurus Biara Shaolin terbagi dalam 2 Bentuk : Jurus Tangan Kosong dan Jurus Senjata.

Jurus Tangan Kosong terdiri dari 4 Teknik : Tendangan, Pukulan, Gulat, dan Cengkraman.

Sedangkan Jurus Senjata dibagi lagi berdasarkan tipe senjata : Senjata Panjang, Senjata Pendek, dan Senjata Lembut. Senjata Panjang seperti Tongkat Toya, Tombak, dan pedang panjang. Sedangkan Senjata Pendek seperti Pedang Pendek dan golok. Senjata Lembut adalah cambuk dan tongkat pendek.

Berdasarkan lokasi, Jurus Shaolin terbagi dalam 2 Lokasi : Shaolin Utara dan Shaolin Selatan. Shaolin Utara terkenal dengan jurus-jurus tendangan, sedangkan Shaolin Selatan terkenal dengan Jurus Pukulan. Hal ini kemudian memunculkan istilah “Pukulan dari Selatan, Tendangan dari Utara” (南拳北 – Nan Chien Bei Dhuei ).

Salah satu jurus yang menjadi jurus andalan Biara Shaolin adalah Luohan Quan (罗汉 )  atau Jurus Luohan. Istilah Luohan berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “Pencerahan”. Luohan merupakan ikon suci yang merupakan tujuan utama para Biarawan Shaolin. Dengan banyak bermeditasi, mereka berharap dapat mendapatkan pencerahan tentang tujuan hidup mereka.
Jurus Luohan merupakan kreasi dari seorang Biarawan India bernama Damo yang pernah hidup antara abad 5 – 6 Sesudah Masehi.  Ide menciptakan jurus ini muncul setelah Damo melihat para Biarawan selalu berada dalam kondisi lemah setelah melakukan meditasi berdurasi panjang. Kondisi mereka tersebut sangat berbahaya karena musuh dapat dengan mudah menyerang  dan mereka tidak punya kemampuan untuk bertahan.

Karena itu, Damo menciptakan serangkaian gerakan bela diri yang berfungsi untuk memperkuat tubuh para Biarawan agar tubuh mereka tetap kuat meski telah menjalani proses meditasi yang panjang. Damo menciptakan jurus 18 Tangan Louhan (罗汉十八手 – Lou Han Se Ba Sou ) dan jurus ini merupakan jurus pertama dan tertua yang tercatat dalam catatan kungfu Biara Shaolin. Dalam Catatan Kungfu Shaolin (少林拳 – Shaolin Quan Pu), Jurus 18 Tangan Louhan mulai diajarkan sejak masa Dinasti Sui (581 – 618 Sesudah Masehi) di mana jurus tersebut hanya terdiri dari 18 gerakan yang sangat sederhana.

Tetapi sejak Dinasti Tang (618 – 907 Sesudah Masehi) jurus ini berkembang menjadi 36 gerakan. Jurus ini terus berkembang hingga akhirnya di masa Dinasti Ming (1368 – 1644), jurus ini sudah menjadi 18 Jurus di mana masing-masing jurus terdiri dari 18 gerakan, sehingga secara keseluruhan, jurus ini memiliki 324 gerakan.

Luohan Quan atau Shaolin Luohan Quan merupakan jurus dengan teknik pukulan jarak jauh dan bertahan menghadapi serangan jarak dekat. Selain bertahan, dalam pertarungan jarak dekat, Luohan Quan menggunakan teknik membalikkan tenaga lawan, sehingga semakin kuat pukulan yang dilancarkan lawan, semakin parah pula luka yang akan dideritanya.

Teknik Louhan Quan menggunakan gerakan yang cepat, kuat, aktif menyerang ke segala arah, dan tidak pernah memukul dengan gerakan lurus atau mengarahkan pukulan frontal ke depan.
Karena banyaknya gerakan Luohan Quan,maka untuk bisa menguasai jurus ini dibutuhkan waktu latihan selama 15 – 30 tahun.  Hal inilah yang menjadi alasan tidak banyak Biarawan Shaolin yang menguasai Luohan Quan. Rata-rata hanya 2 – 3 orang Biarawan saja yang menguasai Luohan Quan.
 Di masa kini, banyak Padepokan Bela Diri – khususnya padepokan kung fu Tiongkok – yang mengajarkan Luohan Quan. Hanya saja karena durasi latihan yang pendek, tidak ada yang mengajari 18 Jurus Luohan secara utuh dan lengkap. 

Hal inilah yang kemudian memunculkan banyak sekali gaya Jurus Luohan baru, sehingga variasi Luo Han Quan semakin banyak dan sudah semakin mengaburkan gerakan Jurus Luo Han yang sebenarnya.

Saturday, 4 February 2017

Shaolin Temple (1982) - 少林寺

Disiarkan : 26 November 2016



Biara Shaolin merupakan biara yang terletak di wilayah Teng Feng, Propinsi Henan.Karena lokasinya berada di dalam hutan Gunung Shao She, maka Biara tersebut dinamakan Biara Shaolin atau Shao Lin She (Hutan Gunung Shao She). Gunung Shao She sendiri merupakan 1 dari 7 Puncak Gunung Song ( - Son Shan) dan berada di ketinggian 1,500 meter di atas permukaan laut.

Dalam catatan kuno yang ditulis pada tahun 645 Sebelum Masehi oleh seorang Biarawan Shaolin bernama Daoxuan, Biara Shaolin dibangun di Sebelah Utara Gunung Shao She, di puncak Gunung Song. Pendiri Biara tersebut adalah Kaisar Xiaowen dari Dinasti Wei Utara pada tahun 477 Sebelum Masehi.

Tujuan pembangunan Biara Shaolin adalah untuk menjadikannya sebagai tempat meditasi, memperdalam pengetahuan agama, serta sebagai tempat latihan bela diri. Ada pun ilmu bela diri pertama yang diajarkan di Biara Shaolin adalah ilmu pernafasan Qi Gong  yang mana ilmu tersebut tertuang di dalam Kitab Jurus Bela Diri Shaolin bernama Yi Jin Jing (易筋 ) atau Kitab Pembentukan Otot.

Biara Shaolin dibangun di atas tanah seluas 57,600 meter persegi. Biara ini memiliki 7 Ruang utama, 7 ruang yang melingkari ruang utama, serta beberapa halaman di sekitar ruang.

Sejak didirikan, Biara Shaolin sudah berkali-kali mengalami pengrusakan, bahkan berkali-kali dihancurkan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai keberadaan Biara Shaolin. Kejadian penghancuran Biara Shaolin paling terkenal adalah kejadian yang terjadi antara tahun 1351 – 1356 yang dilakukan oleh Sekte Lotus Putih. Pada masa itu, Sekte Lotus Putih bekerja sama dengan Pasuka Turban Merah dari Mongol melakukan perlawanan terhadap Dinasti Yuan. Perlawanan mereka tersebut dikenal dengan sebutan Pemberontakan Turban Merah (紅巾起 – Hong Jin Qi Yi).

Selain menyerang Kerajaan Yuan, Sekte Lotus Putih pun menyerang Biara Shaolin yang merupakan biara yang berada di bawah perlindungan Kaisar. Akibat serangan itu, Biara Shaolin hancur dan para biarawan melarikan diri. Biara Shaolin pun menjadi puing dan tidak pernah diurus hingga tahun 1359. Pemerintah yang kala itu telah berhasil meredam aksi pemberontakan Turban Merah dan Sekte Lotus Putih, kemudian merestorasi Biara Shaolin.

Pada tahun 1641, Biara Shaolin kembali mengalami pengrusakan yang dilakukan oleh Pemberontak bernama Li Zi Cheng. Kala itu, Li Zi Cheng memaksa Biarawan Shaolin untuk membantunya memberontak terhadap Dinasti Ming. Namun karena Biarawan Shaolin menolak ikut campur dalam urusan Politik, Li Zi Cheng akhirnya membakar Biara Shaolin. Karena kondisinya yang sudah setengah hancur, Biara Shaolin kemudian ditinggalkan oleh para Biarawan. Biara tersebut baru direstorasi pada awal abad ke-18 saat Dinasti Qing memerintah.

Antara tahun 1647 – 1732, Biara Shaolin kembali mengalami pengrusakan.  Di bawah Pemerintahan Raja Shunzhi, pada tahun 1647, Biara Shaolin dihancurkan karena Raja mencurigai Biara Shaolin menyembunyikan Pemberontak dan Pendukung Pemerintahan Qing. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kaisar Kangxi yang antara tahun 1674 – 1714 melakukan pembakaran Biara Shaolin karena menganggap biara tersebut melindungi kaum pemberontak. Dan antara tahun 1728 – 1732, Kaisar Yong Zheng kembali melakukan pengrusakan pada Biara Shaolin karena alasan yang sama.

Akibat pengrusakan Biara Shaolin tersebut, banyak Biarawan yang melarikan diri ke seluruh wilayah Tiongkok. Dalam pelariannya, Biarawan tersebut mengajarkan ilmu bela diri Kungfu Shao Lin pada masyarakat. Itulah sebabnya mengapa di kemudian hari ilmu bela diri Shaolin tersebar di seluruh wilayah Tiongkok. Penyebaran ilmu bela diri Kungfu Biara Shaolin inilah yang kemudian digunakan sebagai dasar cerita film-film Kungfu atau Wuxia di era 1970- 1980an.

Pada tanggal 21 Januari 1982, sebuah film bergenre wuxia berjudul Shaolin Temple dirilis. Film tersebut disutradarai Chang Hsin Yen dan diperani oleh Jet Li, Ding Lan, Yu Hai, Hu Jiang Qiang, Liu Huai Liang, dan Wang Jue. Film ini merupakan film produksi Chung Yuen Motion Picture Company – Hong Kong, dan menjadi film Hong Kong pertama yang proses shooting-nya dilakukan di Tiongkok.

Film ini merupakan film wuxia terlaris di masa itu.Selain itu, film Shaolin Temple menjadi film yang mengawali tren film-film bertema Shaolin yang banyak beredar di era 1980an.

Hal paling menarik dari film ini adalah semua adegan perkelahian yang ditampilkan di film ini sepenuhnya menggunakan jurus-jurus asli Shaolin. Jurus yang ditampilkan dalam film ini pun semuanya menggunakan gerakan alami, nyaris tanpa koreografi perkelahian seperti film-film kungfu pada umumnya, dan nyaris tanpa bantuan efek khusus sedikitpun. Semua aksi bela diri yang ditampilkan dalam film ini benar-benar menggunakan gerakan otentik jurus Biara Shaolin.



KISAH PENDEKAR
Pada masa Dinasti Su, seorang Jendral Wang Ren Ce mendapat tugas dari Kaisar untuk mengumpulkan upeti bagi Kaisar di wilayah Tung Tu. Namun bukannya mengumpulkan upeti untuk Kaisar, Wang Ren Ce justru mengangkat dirinya sebagai Raja Penguasa Wilayah tersebut. Bersama para bawahan setianya yang kesemuanya berilmu bela diri tinggi, mereka  memerintah Tung Tu dengan sangat kejam. Rakyat di sana dijadikan budak untuk kepentingan dirinya.

Tindakan buruk Jendral Wang sampai ke telinga Kaisar Li Shi Ming, sehingga Kaisar pun diam-diam turun langsung untuk memastikan kebenaran berita yang didengarnya tersebut.

Sementara itu, Chang Si – seorang Pendekar Tung Tu yang berjuluk Si Kaki Besi – memimpin beberapa penduduk yang menguasai kungfu untuk memberontak terhadap Jendral Wang Ren Ce. Namun mereka kalah jumlah melawan pasukan Jendral Wang Ren Ce, sehingga banyak yang akhirnya tertangkap dan di penjara.Selain Chang Si, anaknya  bernama Xiao Hu yang ikut dalam pemberontakan tersebut, ikut tertangkap.

Jendral Wang Ren Ce kemudian ingin memanfaatkan Chang Si dan pengikutnya untuk melawan Kaisar Li Shi Ming. Namun saat mereka dibawa menghadap Jendral Wang Ren Ce, Chang Si dan Xiao Hu melakukan perlawanan kepada Raja Wang Ren Ce dan bawahannya. Terjadilah pertarungan di antara mereka.

Dalam pertarungan itu, Jendral Wang Ren Ce nyaris membunuh Xiao Hu. Tetapi Chang Si berhasil menghalau Jendral  Wang Ren Ce membunuh anaknya. Akibatnya Chang Si-lah yang kemudian terbunuh. Xiao Hu sendiri berhasil melarikan diri.

Dalam pelariannya, dia berhasil tiba di Biara Shaolin yang terletak di Lembah Song Shan. Saat melihat dirinya yang dalam kondisi terluka parah dan kritis, salah seorang Bhiksu Senior di Biara Shaolin menolak menerima Xiao Hu dan meminta para murid Shaolin untuk membuang Xiao Hu keluar dari Shaolin. Tetapi para murid Shaolin bersikeras ingin merawat Xiao Hu yang terluka itu, sehingga akhirnya dia pun diizinkan untuk tinggal di dalam Biara.

Setelah sembuh dari lukanya, Xiao Hu memutuskan untuk tinggal di Biara Shaolin sementara waktu. Dia kemudian belajar kebiasaan para biarawan Shaolin, seperti mengambil air dari sungai yang cukup jauh lalu membawa air tersebut dengan kedua tangan yang terangkat ke samping. Selain itu, diam-diam Xiao Hu mengintip para murid Shaolin berlatih ilmu bela diri. Dia sangat terkesan dengan kemampuan para murid Shaolin berlatih ilmu bela diri. 

Satu ketika, Xiao Hu tanpa sengaja membunuh anjing peliharaan seorang gadis penggembala kambing bernama Nona Pak. Mengetahui anjing peliharaannya dibunuh, Nona Pak sangat marah kemudian memukuli Xiao Hu. Belakangan Xiao Hu mengetahui kalau Nona Pak adalah anak dari salah seorang Senior Pelatih Kungfu Shaolin. Sebelum menjadi murid Shaolin, Senior Pelatih Kungfu itu adalah rakyat jelata yang keluarganya dihabisi oleh pengikut Wang Ren Ce. Hanya anak perempuan satu-satunya yang bisa diselamatkannya. Karena Biara Shaolin tidak mengizinkan wanita tinggal di sana, maka dia menitipkan anaknya di rumah sebuah keluarga petani yang tinggal tidak jauh dari Biara Shaolin.

Mengetahui dirinya punya nasib yang sama dengan Senior Pelatih Kungfu Shaolin, Xiao Hu pun meminta agar dia diajari Kung Fu Shaolin agar bisa membalas dendam pada Wang Ren Ce dan pasukannya. Tetapi permintaannya tersebut ditolak karena Kung Fu Shaolin digunakan untuk perlindungan dan melindungi orang lain, bukan digunakan untuk membalas dendam. Selain itu, Xiao Hu bukanlah murid Shaolin sehingga tidak bisa diajari Kungfu Shaolin.

Tapi Xiao Hu memaksa untuk menjadi murid Shaolin, sehingga akhirnya dia diterima. Saat mengambil sumpah menjadi murid Shaolin, salah satu aturan Shaolin yang harus ditaati Xiao Hu adalah dia tidak boleh membunuh. Ketika Aturan itu dibacakan, Xiao Hu tampak ragu untuk mengiyakan. Hal ini membuat para Ketua Shaolin meragukan itikad Xiao Hu menjadi murid Shaolin. Salah seorang Ketua Shaolin meminta agar Xiao Hu diusir dari Shaolin karena punya niat tidak baik untuk bergabung dengan Biara Shaolin. Namun Ketua Shaolin yang lain tidak setuju. Dia yakin Xiao Hu mau belajar dan akan menjadi murid Shaolin yang bisa diandalkan. Karena itu, Xiao Hu diterima menjadi Murid Shaolin dan namanya diganti menjadi Chue Yen.

Selama tiga bulan menjadi murid Biara Shaolin, Chue Yen hanya disuruh membawa air dari sungai ke biara, memotong kayu, dan berdiri memandangi orang-orang berlatih kung fu. Hal ini membuat Chue Yen merasa kecewa dan marah. Dia mengadu pada Senior Pelatih Kungfu Shaolin, kapan dia diajari jurus-jurus Shaolin. Senior Pelatih Kungfu menasihati Chue Yen bahwa untuk berlatih kungfu butuh waktu bertahun-tahun. Apa yang dilakukan Chue Yen merupakan latihan dasar yang kesemuanya merupakan fondasi baginya untuk berlatih jurus-jurus Shaolin.

Senior kemudian menunjukkan kepada Chue Yen para senior yang berlatih kuda-kuda di mana lantai pijakan mereka amblas beberapa sentimeter. Senior menjelaskan bahwa untuk bisa membuat lantai pijakan amblas seperti itu,  dibutuhkan waktu lebih dari lima tahun berlatih kungfu. Senior menjelaskan bahwa berlatih kungfu berarti berlatih kesabaran. Tanpa kesabaran dan kemauan untuk berlatih keras, tidak mungkin bisa menguasai kungfu.

Setelah beberapa tahun tinggal di Shaolin, kemampuan Kungfu Chue Yen meningkat. Dia sudah mulai menguasai beberapa ilmu kungfu Shaolin. Sayangnya, dalam sebuah latihan bertarung dengan rekan sesama murid Shaolin, secara tidak sengaja Chue Yen nyaris membunuh rekannya tersebut. Ketua Biara Shaolin melihat tindakan Chue Yen dan menegurnya. Dia mengatakan bahwa Jurus Shaolin digunakan untuk membela diri dan orang lain, bukan untuk  membunuh. Karena Chue Yen masih memiliki perasaan dendam dan keinginan untuk membunuh, maka dia dihukum tidak boleh berlatih kungfu selama tiga hari dan hanya boleh bekerja di dapur.

Hukuman ini membuat Chue Yen sangat marah, dan lagi-lagi dia nyaris mencelakai  rekan sesama murid Shaolin yang ada di dapur. Chue Yen merasa diperlakukan tidak adil. Menurutnya, buat apa berlatih kungfu kalau tidak boleh membalas dendam pada orang yang telah membunuh orang tuanya? Dia kemudian dinasehati teman-temannya, bahwa menjadi murid Shaolin bukan untuk membunuh orang, tetapi mengamalkan kemampuan yang mereka miliki untuk kebaikan orang lain.

Chue Yen tidak terima. Karena itu dia memutuskan untuk keluar dan meninggalkan Biara Shaolin. 

Beberapa saat setelah Chue Yen meninggalkan Biara Shaolin, para pengikut Jendral Wang Ren Ce mendatangi desa yang terletak dekat Shaolin dan membuat kekacauan di sana. Mereka kemudian berusaha menculik Nona Pak yang saat itu sedang mengembalakan kambingnya. Nona Pak melakukan perlawanan. Tetapi karena jumlah pasukan Wang Ren Ce sangat banyak, akhirnya Nona Pak pun berhasil mereka tangkap.

Rupanya Nona Pak ditangkap agar bisa dijadikan selir bagi Jendral Wang Ren Ce.  Untungnya, saat Nona Pak ditangkap, Chue Yen sempat memergokinya. Dia kemudian mengikuti orang-orang yang menculik Nona Pak. Setelah mengetahui tempatnya, Chue Yen pun segera menyerbu masuk ke dalam tempat Nona Pak ditangkap.

Saat Chue Yen berusaha melepaskan Nona Pak, dia bertemu Jendral Wang Ren Ce yang sedang mabuk, Jendral Wang yang ahli bertarung mengeluarkan Jurus Pedang Mabuk dan sempat membuat Chue Yen kewalahan. Chue Yen pun menyeimbangi jurus Jendral Wang dengan menggunakan Jurus Tongkat Mabuk.

 Pertarungan mereka pun menjadi seimbang. Meski demikian, Chue Yen tetap tidak bisa mengimbangi kemampuan Jendral Wang. Apalagi setelah pasukan Jendral Wang datang mengepung, Chue Yen benar-benar terjepit. Dia kemudian menyelamatkan Nona Pak dan mereka bersama-sama melarikan diri.

Beruntung saat pasukan Jendral Wang mengejak Chue Yen dan Nona Pak, Kaisar Li Shi Ming datang dan mengalihkan perhatian pasukan Jendral Wang. Chue Yen dan Nona Pak pun berhasil selamat dan bersembunyi di tempat aman. Di tempat persembunyian mereka, Nona Pak menasihati Chue Yen agar kembali ke Shaolin karena di sana lebih aman. Karena Chue Yen pun memutuskan untuk kembali ke Shaolin.

Saat kembali ke Shaolin, Chue Yen dinasihati Senior Pelatih Kungfu, bahwa berlatih kungfu butuh ketekunan dan tidak bisa langsung jadi.  Butuh bertahun-tahun lamanya untuk bisa menguasai sebuah ilmu. Karena itu, Chue Yen diharapkan untuk lebih rajin lagi berlatih kungfu agar dapat menguasai ilmu itu dengan baik. Sejak itulah Chue Yen pun makin rajin berlatih dan menyempurnakan ilmu-ilmu kungfu Shaolin yang diterimanya.

Sementara itu, keberadaan Kaisar Li Shi Ming sudah diketahui oleh pasukan Jendral Wang. Saat Kaisar Li sedang sendirian, pasukan Jendral Wang menjebaknya. Beruntung Chue Yen berada tidak jauh sehingga dia dapat menolong Kaisar Li. Namun karena jumlah pasukan Jendral Wang sangat banyak, Chue Yen pun membawa Kaisar Li pergi. Jendral Wang dan pasukannya mengejar Chue Yen dan Kaisar Li.

Dalam pelariannya menyelamatkan Kaisar Li, Chue Yen kemudian bersembunyi di komplek Makam Para Leluhur Shaolin. Ketika Jendral Wang berusaha memasuki Makam tersebut, mereka dihadang oleh para murid Shaolin. Karena tidak diizinkan masuk, Jendral Wang marah dan mengajak para murid Shaolin bertarung. Sebelum pertarungan terjadi, Ketua Shaolin merelai mereka. Jendral Wang kemudian mengancam Ketua Shaolin agar mengizinkan dia masuk, atau dia akan mengobrak-abrik makam itu.

Ketua Shaolin pun terpaksa mengizinkan pasukan Jendral Wang memasuki komplek makam itu, asalkan mereka tidak merusak makam.

Chue Yen dan Kaisar Li berhasil mengelabui pasukan Jendral Wang, sehingga mereka mengejar ke arah yang salah. Chue Yen kemudian membawa Kaisar Li bersembunyi di sebuah gua.  Karena semua pasukan Jendral Wang sedang mencari dirinya, Kaisar Li meminta bantuan Chue Yen untuk membantunya keluar dari wilayah Tung Tu agar dia bisa melaporkan kepada Raja apa yang dilakukan Jendral Wang terhadap dirinya.

Agar bisa menyusupkan Kaisar Li keluar, maka Chue Yen meminta bantuan Nona Pak untuk memuluskan rencananya. Nona Pak berpura-pura menjadi pengantin wanita dan Chue Yen sebagai Pengantin Pria.  Sementara Kaisar Li sebagai Mak Comblang yang mengantar mereka pulang ke desa.

Di dekat perbatasan, pasukan Jendral Wang mengenali mereka, sehingga Chue Yen dan Kaisar Li pun diserang. Kaisar Li terluka akibat terpanah. Chue Yen segera turun bertarung melawan pasukan Jendral Wang, sedangkan Nona Pak membawa Kaisar Li yang terluka melewati perbatasan.

Ketika Chue Yen sudah terdesak, tiba-tiba datanglah Senior Pelatih Kung Fu Shaolin bersama dengan para saudara seperguruan Chue Yen. Mereka segera menolong Chue Yen melawan pasukan Jendral Wang. Setelah berhasil mengalahkan pasukan Jendral Wang, Senior Pelatih Kung Fu memarahi Chue Yen karena ikut campur dalam urusan orang lain yang menyeret nama Shaolin. Karena dapat
membahayakan Shaolin, Senior mengusir Chue Yen dan menyuruhnya tidak kembali lagi ke Shaolin.

Chue Yen mengakui kalau gara-gara dirinya, maka kini Shaolin bermasalah dengan Jendral Wang. Karena itu, Chue Yen datang kembali ke Shaolin dan ingin memikul tanggung jawab atas kesalahan yang dia buat. Namun Senior tidak mengizinkannya, dan mengusir Chue Yen.

Sementara itu, Jendral Wang mendatangi Biara Shaolin dan menuntut dalma 3 hari Shaolin harus menyerahkan Chue Yen dan Kaisar Li padanya. Jika tidak, maka Jendral Wang akan menghancurkan Shaolin.

Karena Shaolin tidak bisa menyerahkan Kaisar Li, maka Jendral Wang segera menyerang Biara Shaolin. Tetapi sebelum Jendral Wang menyerang dan membakar Shaolin, Ketua Biara Shaolin meminta Jendral Wang untuk mengampuni Shaolin dan dia rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Shaolin. 

Ketua Shaolin pun kemudian dibakar oleh Jendral Wang. Tetapi rupanya Jendral Wang tidak berniat mengampuni Biara Shaolin. Dia pun berniat membunuhi para Pimpinan dan para Murid Shaolin. Sebelum niatnya terlaksana, murid Shaolin melakukan perlawanan.  Maka pertarungan antara Murid Shaolin dan Pasukan Jendral Wang pun tidak terelakkan.

Di saat genting, Kaisar Li dan pasukannya datang untuk menolong Shaolin. Akhirnya pasukan Jendral Wang pun bisa ditumpas, dan Shaolin pun selamat dari kehancuran.

Pelajaran moral yang ingin diajarkan dari film Shaolin Temple adalah : Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk bisa menguasai sebuah keahlian.
Dalam film tersebut, digambarkan bagaimana Chue Yen sangat tidak sabar untuk bisa menguasai semua jurus Shaolin. Padahal untuk bisa menguasai ilmu Shaolin, dibutuhkan fondasi yang kuat, berupa latihan-latihan dasar, mulai dari kuda-kuda, pernafasan, serta kelincahan bergerak. Dan untuk menguasai latihan dasar itu, dibutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya, sebelum seseorang berlatih jurus-jurus Shaolin yang sebenarnya.

Apa yang digambarkan dalam film tersebut juga merupakan cerminan kondisi masyarakat saat ini, terutama sekali para Pemuda Masa Kini. Mereka ingin semua hal serba instan : Pendidikan yang instan, Gelar Sekolah Instan, Pekerjaan Instan, hingga naik Jabatan instan (yang biasa mereka lakukan lewat koneksi orang tua, maupun membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak-pihak yang dianggap bisa mendongkrak karir mereka). Padahal mereka lupa, bahwa dibutuhkan fondasi yang kuat untuk meraih kesuksesan. Fondasi itu antara lain : Ilmu Pengetahuan yang baik, pengalaman, dan latihan tanpa henti. Semua hal itu diperoleh dari kerja keras, ditambah niat untuk maju dan usaha tanpa henti. Tanpa fondasi tersebut, karir yang kita bangun akan mudah hancur karena tidak didukung dengan kemampuan, pengetahuan, pengalaman, niat, dan usaha pantang menyerah.

Belajar dengan tekun, belajar yang benar, belajar dengan giat. Dengan demikian apa yang kita pelajari akan membuat kita memahami mana yang benar, mana yang salah. Pengetahuan yang benar akan membuat kita tumbuh menjadi Calon Pemimpin yang Jujur, Arif, dan Bijaksana. Proses belajar tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di mana pun kita berada.  Belajar dengan tekun tanpa henti akan menguatkankan fondasi kita agar dapat menjadi Calon Pemimpin yang handal dan kuat di kelak kemudian hari.

Janganlah mengambil jalan instan untuk mengejar karir dan kesuksesan, karena tidak pernah ada jalan cepat menuju sukses. Kesuksesan hanya dapat diraih lewat kerja keras dan semangat belajar terus-menerus tanpa henti.


FAKTA SANG PENDEKAR
1.       Film Shaolin Temple merupakan film pertama Jet Li di mana dia langsung dipercaya untuk menjadi pemeran utama.
Jet Li lahir dengan nama Li Lien Cie di Beijing pada tanggal 26 April 1963. Saat baru berusia 2 tahun, ayahnya meninggal, sehingga Ibunya harus bekerja keras untuk menghidupi Li Lien Cie dan empat orang saudaranya (dua putra dan dua putri). Sejak kecil, Li Lien Cie sudah menyukai bela diri. Karena itu, di usia 8 tahun, dia sudah mulai berlatih wushu di Kelompok Beijing Wushu, di bawah asuhan Pelatih Li Jun Feng dan Wu Bin. Kedua pelatih itu punya jasa yang sangat besar, baik pada keluarga maupun karir Wushu Li Lien Cie, karena mereka sering memberikan bantuan finansial kepada keluarga Li Lien Cie.

Li Lien Cie menjadi bintang sensasional di Tiongkok karena di usia 12 tahun, dia meraih Medali Emas Pertamanya dalam Kejuaran Wushu China. Li Lien Cie menjadi atlet Tiongkok termuda yang meraih Medali Emas di Kejuaraan tersebut.

Jurus Wushu yang dipelajari Li Lien Cie adalah Wushu aliran Shaolin Utara, dan jurus wushu yang dikuasai Li Lien Cie adalah Chang Quan (Jurus Panjang) dan Fan Ce Quan (Jurus Arus Putar). Selain itu, Li Lien Cie juga menguasai beberapa jurus asli Shaolin Utara, sepeti Thai Chi Quan (Jurus Taichi), Shaolin Zui Qian (Jurus Mabuk Shaolin),  dan Ying Zhao Quan (Jurus Cakar Elang).

Atas prestasi dan kemampuannya, Li Lien Cie kemudian mendapat ajakan untuk bermain di film Shaolin Temple pada tahun 1982. Film itu sukses dan langsung membuat namanya dikenal dunia.

Ketika melakukan promosi film The Shaolin Temple di Filipina pada tahun 1982, pihak promotor Filipina mengalami kesulitan melafalkan namanya. Dengan pertimbangan karir Li Lien Cie yang melesat sangat cepat, maka promotor Filipina kemudian menggunakan nama “Jet Li” sebagai Nama Artis Li Lien Cie untuk promosi film Shaolin Temple di Filipina. Nama itu secara kebetulan juga merupakan julukan Li Lien Cie di lingkungan teman-temannya.  Li Lien Cie mendapat julukan “Jet” lantaran gerakan wushu yang dilakukannya sangat cepat.

Sejak itulah Li Lien Cie kemudian menggunakan nama Jet Li untuk setiap film yang diperaninya.

Sebagai informasi, meski Jet Li didapuk sebagai Pemeran Utama di film Shaolin Temple, namun gaji yang didapatnya selama bermain di film itu sangat minim. Menurut  IMDB.com, Jet Li hanya dibayar RMB 1 (setara Rp 2,000) perhari shooting. 

2.       Film Shaolin Temple menjadi film yang sangat sukses, dan kemudian memunculkan Tren Film Kungfu bertemakan Biara Shaolin di era 1980-an. Meski merupakan film yang memulai tren, Shaolin Temple bukanlah film pertama yang mengangkat cerita tentang  Biara Shaolin.

Film Five Shaolin Masters adalah film kungfu pertama yang mengangkat cerita tentang Biara Shaolin.  Film ini dirilis pertama kali tanggal 25 Desember 1974. Distradarai oleh Chang Cheh dan diproduseri Run Run Shaw dari Shaw Brothers Studio, film ini diperani aktor Hong Kong ternama di era 1970-an, seperti David Chiang, Ti Lung, Fu Sheng, Meng Fei, dan Wang Lung Wei. Film ini mengusahkan tentang  5 orang Pendekar Shaolin yang berjuang melawan Pasukan Qing yang berencana membumi-hanguskan Biara Shaolin karena dianggap memberontak kepada Pemerintah dan melindungi pemberontak.

Film tersebut sangat sukses sehingga 2 tahun kemudian (1976), film tersebut dibuat prekuelnya berjudul Shalon Temple. Masih disutradarai Cheng Cheh dan diperani David Chiang, Ti Lung, dan Fu Sheng, film tersebut mengisahkan kejadian beberapa tahun sebelum kejadian di film Five Shaolin Masters.

Pasca kesuksesan film Shaolin Temple (1976), Shaw  Brothers masih merilis beberapa film lain yang bertemakan Biara Shaolin, seperti The Shaolin Avengers (1976), The 36th Chamber of Shaolin, Executioners from Shaolin (1976), dan 2 Champions of Shaolin (1981). Meski demikian,  film bertemakan Biara Shaolin baru benar-benar menjadi tren di tahun 1980-an, pasca kesuksesan film Shaolin Temple yang diperani Jet Li. Di tahun 1980an, sedikitnya ada 10 – 20 film dirilis dalam setahun yang bertemakan Biara Shaolin. Beberapa di antaranya yang cukup populer : Kids from Shaolin (1982), Shaolin Prince (1982), Shaolin vs Ninja (1983), Shaolin vs Wutang (1983), Shaolin vs Lama (1983), Shaolin vs Ninja (1985), Diciples of 36th Chamber (1985), Martial Arts of Shaolin (1988), dan lain-lain.

3.       Meski banyak orang berpendapat kalau Biara Shaolin adalah pusat segala ilmu bela diri yang ada di Tiongkok, tetapi faktanya tidak benar. Memang dalam Sejarah, disebutkan Biara Shaolin berpartisipasi dalam Perang dan menjadi bagian dari berdirinya Dinasti Tang (618 – 907 Sesudah Masehi). Tetapi tahukah Pendengar kalau ketika pertama kali dibangun pada abad 477 Sesudah Masehi, para Biarawan di Biara Shaolin sama sekali tidak bisa ilmu bela diri. Kalau pun mereka kemudian ikut perang, mereka berperang hanya menggunakan senjata seadanya dan tanpa kemampuan bela diri sedikit pun.

Para Sejarawan mempercayai kalau Biara Shaolin baru melatih para biarawannya ilmu bela diri di awal abad 12. Hal ini berdasarkan catatan Biara Shaolin sendiri, di mana dalam catatan itu disebutkan kalau latihan pertarungan tangan kosong telah menjadi salah satu pelajaran dan latihan rutin yang diajarkan di Biara Shaolin pada abad 16.

Sementara itu, sejarah perkembangan kungfu  dapat ditelusuri dari Kitab Musim Semi dan Musim Gugur ( – Chun Qiu ) yang ditulis antara abad 800 – 500 Sebelum Masehi. Isi kitab yang kebanyakan merupakan saripati ajaran Confusius dan Mencius itu menjadi akar filosofi Kungfu yang diajarkan hari ini. Berdasarkan penjelasan pada kitab tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa jurus-jurus Kungfu sebenarnya sudah diajarkan jauh sebelum Biara Shaolin ada, dan saat Biara Shaolin sudah ada,  bela diri kungfu sudah menjadi hal yang sangat umum di Tiongkok.

4.       Di Segmen sebelumnya, YANG GUO sempat menyinggung tentang adanya pembagian antara jurus Shaolin Utara dan Selatan.  Bagi orang awam, tentu bingung, Shaolin manakah yang disebut Shaolin Utara dan yang mana merupakan Shaolin Selatan?  Nah, Shaolin Utara adalah Biara Shaolin yang berada di Teng Feng, Henan.  

Sedangkan lokasi Shaolin Selatan (南少 – Nan Shao Lin ), hingga hari ini masih menjadi perdebatan banyak ahli. Hal ini dikarenakan  keberadaannya sudah tidak ditemukan lagi karena telah rata dengan tanah. Meski demikian, dokumen-dokumen tentang keberadaannya banyak tersebar di catatan sejarah kuno Tiongkok. Jadi, meski sebagian orang mengganggap keberadaan Shaolin Selatan hanya mitos, namun dengan adanya informasi pada dokumen-dokumen tersebut, maka dapat dipastikan Shaolin Selatan benar-benar ada.  Tapi di mana lokasi sebenarnya? Mengapa Shaolin Selatan bisa tidak diketahui keberadaannya?

Sejarawan asal Belanda yang mengajar Sejarah China di University of Oxford bernama Professor Barend J. Ter Haar berpendapat, Biara Shaolin di Selatan diperkirakan terletak di daerah paling selatan dari wilayah China (kemungkinan di antara Fujian, Guangdong, dan Guangxi). Shaolin Selatan diperkirakan mengalami kehancuran sekitar abad 18 Masehi karena dibakar oleh gerombolan Triad.

Pendapat Profesor Barend J Ter Haar tadi dipertegas oleh buku Martial Arts of the World : Regions and Individual Arts yang menyebutkan kalau Shaolin Selatan kemungkinan besar berada di Propinsi Fujian yang berada di  daerah Selatan Tiongkok. Dan memang ada catatan yang menyebutkan kalau antara abad 18 – 19, Shaolin Selatan pernah bertikai dengan Kelompok Triad Langit dan Bumi (Thien Ti Hei She Hui). Pertikaian ini berujung pada penyerangan kelompok itu ke Biara Shaolin, menyebabkan Biara Shaolin Selatan rata dengan tanah.

Meski keberadaannya sudah tidak ditemukan lagi, tetapi peninggalan Shaoliin Selatan masih bisa ditemukan. Salah satunya adalah jurus-jurus terkenal Shaolin Selatan yang hingga kini masih diajarkan turun-temurun. Dua yang paling terkenal adalah Jurus Hung Cia (dipopulerkan oleh Huang Fei Hung) dan Wing Chun (dipopulerkan oleh Ip Man) yang hingga hari ini masih diajarkan dan terus menelurkan banyak penerus yang melestarikan jurus-jurus tersebut.  

5.       Fakta menarik berikutnya adalah tentang adanya hubungan antara Star Wars dengan Biara Shaolin. Ya, meski kelihatannya tidak berhubungan, tapi sebenarnya ada hubungan antara film box-office Hollywood tersebut dengan Biara Shaolin.

Menurut Kreator, Penulis, sekaligus Sutradara film Star Wars George Lucas, Biara Shaolin merupakan inspirasi utama dari Kisah Ksatria Jedi yang diciptakan George Lucas. Konsep tentang “The Force” yang diusung di film Star Wars sebenarnya mengambil konsep dari ilmu tenaga dalam Shaolin bernama “CHI”. “Chi” merupakan pelatihan pengendalian kekuatan fisik yang diterapkan para Biarawan Shaolin yang membuat mereka memiliki kekuatan luar biasa. Dengan mengendalikan Chi, maka seorang Biarawan Shaolin dapat mengendalikan tubuhnya untuk dapat menahan sakit, menjadi kuat seperti batu, bahkan membengkoknya benda-benda padat.

Selain itu, terdapat kesamaan cerita antara latar belakang pembentukan Kelompok Jedi dengan sejarah Biara Shaolin. Dalam film Star Wars, dikisahkan Kaisar Palpatine berusaha melenyapkan Kelompok Ksatria Jedi.  Bahkan dalam Star Wars Episode 3 : Revenge of the Sith, dikisahkan kalau Kaisar Palpatine telah menguasai Anakin Skywalker dan memerintahkannya untuk menghancurkan Biara Jedi dan membunuhi para Jedi muda di sana.

Ide cerita ini sebenarnya diambil George Lucas dari kejadian yang dialami Biara Shaolin pada masa pemerintahan Dinasty Qing di mana beberapa kali Kaisar Qing berusaha menghancurkan Biara Shaolin karena dituduh melindungi para pemberontak Anti Qing. Antara tahun 1647 – 1732, Biara Shaolin mengalami gempuran dari para Kaisar Keturunan Dinasti Qing (beberapa yang terkenal adalah Kaisar Shunzhi, Kaisar Kangzi, dan Kaisar Yong Zheng). Serangan pasukan kerajaan sempat menghancurkan beberapa bagian Biara Shaolin.  Selain menghancurkan sebagian biara, pasukan kerajaan juga melakukan pembunuhan terhadap para murid Shaolin, terutama sekali yang masih muda dan anak-anak.

6.       Film bertemakan Biara Shaolin paling anyar dirilis tanggal 19 Januari 2011. Film berjudul Shaolin (The New Shaolin Temple) tersebut disutradarai Benny Chan dengan pemeran Andy Lau, Jackie Chan, Nicholas Tse, Fang Bing Bing dan Wu Jing. Meski disebut sebagai remake dari film Shaolin Temple produksi tahun 1982, tetapi sebenarnya alur film ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Film ini mengetengahkan tentang seorang Tuan Tanah bernama Huo Jie (diperani Andy Lau) yang pada awalnya menghina Biarawan Shaolin, namun kemudian bertobat dan menjadi Biarawan setelah dia dihianati dan anaknya nyaris tewas.

Uniknya, di film Shaolin, peran Jackie Chan terbilang sangat minim dan kehadirannya nyaris tidak mempengaruhi alur cerita film. Meski demikian, Pendengar masih bisa melihat aksi bela diri kocak Jackie Chan yang biasa menjadi ciri-khasnya, terutama saat dia menghadapi lawan dengan menggunakan sapu lidi.

Di film tersebut, Andy Lau menyanyikan theme song film tersebut berjudul  (Wu ) yang berarti “Pencerahan” atau “Pertobatan”.  Musik dibuat oleh Komposer Zhao Qin, sedangkan lirik lagunya ditulis Andy Lau. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang menemukan pencerahan hidup, ketika dia menyadari kalau hidup bukan bercerita tentang bagaimana dia dapat mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, atau meraih jabatan setinggi-tingginya. Tetapi hidup bercerita tentang bagaimana kita membuang ego, membuang kesombongan, dan membuang takabur.