Showing posts with label tony leung. Show all posts
Showing posts with label tony leung. Show all posts

Monday, 16 January 2017

New Heavenly Sword and Dragon Sabre (1986) - 倚天屠龍記


Disiarkan : 29 Oktober 2016


Kisah Petualangan Mencari Pedang Langit dan Golok Naga tertuang dalam karya tulis Jing Yong berjudul Heaven Sword and Dragon Sable (倚天屠龍記 – Yi Thien Dhu Lung Ci). Di Indonesia, kisah ini dikenal dengan judul TO LIONG TO atau PEDANG PEMBUNUH NAGA.  Cerita Yi Thien Dhu Lung Ci merupakan kisah ketiga (terakhir) dari Trilogi Rajawali (setelah The Legend of the Condor Heroes dan Return of the Condor Heroes).  Meski merupakan sekuel  dari 2 kisah Pendekar Rajawali tadi, alur cerita Heaven Sword and Dragon Sable nyaris tidak ada keterkaitan langsung dengan kedua cerita tersebut.


SEJARAH SANG PENDEKAR :
Kisah Pedang Langit dan Golok Naga ini pertama kali dirilis dalam bentuk cerita bersambung yang diterbitkan di Harian Hong Kong Ming Pao dari tanggal 6 Juli 1961 – 2 September 1963.

Setelah kisah cerita bersambung itu berakhir, Jing Yong mengkompilasi cerita tersebut lalu melakukan penyesuaian dan penambahan bagian, kemudian merilisnya dalam bentuk novel  tahun 1979.

Dalam cerita bersambung yang dibuatnya, Jing Yong menjelaskan kalau Pedang Langit dan Golok Naga merupakan 2 senjata yang dibuat dari peleburan Pedang Baja Hitam (玄鐵重劍 – Chien Diek Cong Cien ) yang digunakan Yo Ko di kisah Return of The Condor Heroes. Jika Anda telah membaca novel atau menonton serial televisi Return of The Condor Heroes, tentu tahu kalau Pedang Baja Hitam adalah senjata milik Guru Pedang Du Gu Qiu Bai. Setelah Guo Fu memotong tangan Yang Guo, Rajawali Raksasa kemudian membawa Yo Ko ke Makam Guru Du Gu Qiu Bai. Di sana, selain berlatih Ilmu Pedang Tanpa Tanding, Yo Ko juga mendapatkan Pedang Baja Hitam milik Du Gu Qiu Bai tersebut.

Setelah menemukan Xiao Long Ni dan memutuskan untuk menetap di Jiangnan, Yo Ko membuang Pedang Baja Hitamnya ke dasar Jurang Lembah Jue Qing.

Pedang itu kemudian ditemukan oleh beberapa ahli pedang handal yang melebur dan membentuknya kembali menjadi 2 senjata terkuat di dunia : Pedang Langit dan Golok Naga.

Ketika Kisah Heaven Sword and Dragon Sable dirilis dalam bentuk novel, Jing Yong mengubah asal-usul Pedang Langit, dan menyebutkannya sebagai hasil peleburan Pedang Yo Ko dan Xiao Long Ni (君子劍 – Cin Ce Cien – Pedang Perjaka dan 淑女劍 – Chu Ni Cien - Pedang Gadis ).  Sedangkan asal usul Golok Naga tidak berubah (tetap disebutkan merupakan hasil leburan Pedang Baja Hitam).

Selain merupakan senjata paling hebat di dunia persilatan, di dalam Pedang Langit dan Golok Naga sebenarnya tersimpan 3 kitab yang paling dicari oleh para pendekar.  Kitab itu adalah
a.       Kitab Wumu (tersimpan di Golok Naga),  
b.      Kitab 9 Bulan milik Mei Cao Feng  yang tersimpan di Pedang Langit
c.       Kitab Jurus Telapak 18 Naga Terbang (降龍十八掌 – Ciang Long Se Ba Cang; milik Guo Jing;  yang juga tersimpan di Pedang Langit). Kitab 9 Bulan dan Jurus Telapak 18 Naga Terbang ini pernah YO KObahas di Kisah Legend of The Condor Heroes beberapa waktu lalu. 

Dalam Kisah Legend of The Condor Heroes, dikisahkan Kitab Wumu dicuri oleh Ketua Klan Kaipang Hong Qi Kong. Kitab 9 Bulan disimpan oleh Yang Kang setelah dia berguru dengan Pendekar Kembar Angin Hitam Mei Cao Feng.  Sedangkan Kitab Jurus Telapak 18 Naga Terbang adalah milik Guo Ching. Bertahun-tahun lamanya, ketiga Kitab itu menjadi buruan para pendekar dunia persilatan. Siapapun yang mendapatkan ketiga kitab tersebut, akan menjadi Pendekar Tanpa Tanding di Dunia Persilatan.

Guna mencegah pertikaian dan perselisihan para pendekar dunia persilatan, maka kitab tersebut disembunyikan di Pedang Langit dan Golok Naga.

Keberadaan ketiga kitab tersebut kemudian bocor, sehingga para pendekar persilatan berlomba-lomba mencari dan berusaha merebut Pedang Langit dan Golok Naga.

Pencarian dan perebutan Pedang Langit dan Golok Naga inilah yang kemudian menjadi latar belakang cerita HEAVEN SWORD AND DRAGON SABRE.

Judul novel “Yi Thien Dhu Lung Chi” ini merupakan istilah yang digunakan Jing Yong untuk menggambarkan perlawanan Bangsa Han pada Bangsa Mongol di zaman Dinasti Yuan.

屠龍刀 – Du Lung Dao mengandung makna “Membunuh Sang Naga” di mana “Sang Naga” di sini diartikan sebagai Kaisar Hui Zong dari Dinasti Yuan yang merupakan orang Mongol bernama asli Toghon Temur.

Sedangkan 倚天劍 – Yi Thien Cien  bermakna “Keadilan dari Surga”, yang berarti Turunnya Keturunan Dewa untuk melawan penjajahan Bangsa Mongol.

Dengan demikian, judul Heaven Sword and Dragon Sable (Yi Thien Du Lung Ci) bisa diartikan secara eksplisit sebagai “Kisah Bangsa Han yang menggulingkan kediktatoran pemerintahan Bangsa Mongol, di mana bangsa Han akan memenangi perang ketika Pintu Keadilan dari Surga telah terbuka”. 

Novel Heaven Sword and Dragon Sable merupakan salah satu novel yang sangat sukses di dekade 1960an hingga 1980an. Kisah ini menjadi salah satu karya klasik Jing Yong yang sering diadaptasi ke dalam bentuk film layar lebar dan serial televisi, setelah Legend of the Condor Heroes dan Return of the Condor Heroes.

Hingga hari ini, kisah Heaven Sword and Dragon Sable telah diadaptasi dalam 4 film layar lebar dan 8 serial televisi.

Dari semua adaptasi tersebut, serial televisi NEW HEAVENLY SWORD AND DRAGON SABLE produksi TVB – Hongkong tahun 1986, diakui oleh para kritikus film sebagai adaptasi terbaik dari novel Heaven Sword and Dragon Sable, baik dari sisi akting, maupun kelengkapan cerita.

Serial NEW HEAVENLY SWORD AND DRAGON SABLE versi tahun 1989 ini diperani oleh Tony Leung (謝無忌 - Chang Wu Ji / Thio Boe Ki), Kitty Lai (趙敏 - Zhao Min / Thio Beng), Thang Cui Wen (Zhou Ce Ruo / Chiu Jiak), Simon Yam (Chang Cui San), dan Carol Cheng / Cheng Yi Ling (Yang So So).



KISAH SANG PENDEKAR :
 New Heavenly Sword and Dragon Sable adalah serial televisi dengan total 40 episode yang dirilis TVB Hong Kong, antara tanggal 3 November – 30 Desember 1986.

Serial ini terbagi dalam 2 bagian :
a.       Bagian 1 (Episode 1 – 20) : 3 – 28 November 1986
b.      Bagian 2 (Episode 21 – 40) : 1 – 30 Desember 1986


BAGIAN 1 :
武林至尊,
寶刀屠龍,
號令天下,
莫敢不從!
倚天不出,
誰與爭鋒  

Kalimat tadi merupakan pembuka Episode 1 Bagian Pertama serial televisi NEW HEAVENLY SWORD AND DRAGON SABLE yang artinya kurang lebih :

Pendekar Digjaya yang akan menguasai Dunia Persilatan adalah dia yang  memegang Golok Pembunuh Naga. Tidak akan ada orang yang mampu mengalahkannya, selain Pedang Langit yang akan menantangnya.

Selama bertahun-tahun, ramalan akan munculnya Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga  telah meresahkan para pendekar dunia persilatan. Semua mencari-cari keberadaan kedua senjata tersebut agar dapat menjadi Pendekar Nomor Satu di dunia. Namun, meski sudah mencari kemana pun, Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga tidak pernah mereka temukan.

Bertahun-tahun lamanya, ramalan itu hanya tinggallah ramalan. Hingga satu ketika, sekelompok pandai besi berhasil membuat sebuah golok yang merupakan hasil leburan Pedang Baja Hitam milik Pendekar Pedang Du Gu Qiu Bai. Mereka menamai golok itu sebagai Golok Pembunuh Naga. Seketika itu juga, berita tentang kemunculan Golok Pembunuh Naga menimbulkan kegaduhan di dunia persilatan. Semua pendekar beramai-ramai mencari keberadaan Para Pandai Besi tersebut untuk merebut Golok Pembunuh Naga.

Tidak butuh waktu lama, Para Pembuat Golok Pembunuh Naga itu langsung ditemukan sekelompok pendekar yang berusaha merebut golok tersebut.  

Zhang Chui San dan Yu Dai Yan, dua murid Butong Pay yang kebetulan melewati tempat tinggal Para Pembuat Golok Pembunuh Naga tersebut, melihat pertarungan tidak seimbang. Mereka segera turun tangan menolong para pandai besi tersebut. Meski demikian, para pandai besi itu akhirnya meninggal dan Golok Pembunuh Naga pun beralih ke tangan kedua murid Butong itu.

Zhang Chui San lalu berpisah dengan Yu Dai Yan. Chui San menuju ke barat, menolong para nelayan dari para perompak, sedangkan Yu Dai Yan – membawa Golok Pembunuh Naga - ke arah timur menuju Biara Bu Tong. Di tengah perjalanan, dia diserang dan tubuhnya dilumpuhkan oleh 2 Pemimpin Klan Elang Langit, Kakak-Beradik Yang Lei dan Yang So So. Mereka lalu merebut Golok Pembunuh Naga yang dipegang Yu Dai Yan.  

Karena tidak ingin diketahui sebagai orang yang melukai Yu Dai Yan, Yang So So kemudian menyamar sebagai seorang pria dan membawa Yu Dai Yan ke Perusahaan Ekspedisi Long Men. Dia meminta orang ekspedisi tersebut membawa Yu Dai Yan pulang ke Biara Butong.

Namun di tengah perjalanan,Ekspedisi Long Men dihadang oleh 7 orang yang berpura-pura mengaku sebagai Murid Butong. Mereka meminta Yu Dai Yan diserahkan kepada mereka. Tanpa curiga, Tim Ekspedisi Long Men pun menyerahkan Yu Dai Yan kepada ketujuh orang tersebut.

Setelah mendapatkan Yu Dai Yan, mereka kemudian menyiksa Yu Dai Yan dan meminta informasi keberadaan Golok Pembunuh Naga.

Yang So So yang diam-diam mengikuti Tim Ekspedisi Long Men,  keluar dari persembunyiannya dan bertarung melawan murid gadungan Bu Tong tersebut. Zhang Cui Shan yang juga kebetulan sedang berjalan menuju Biara Butong, melihat pertarungan itu. Dengan segera dia ikut bertarung untuk menyelamatkan Yu Dai Yan.

Saat Yu Dai Yan dibawa ke Biara Butong, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Zhang Sanfeng, Guru Butong Pay, memeriksa luka muridnya tersebut dan menemukan kalau Yu Daiyan dilukai seseorang yang menggunakan jurus Jari Jing Gang yang merupakan salah satu jurus maut Shaolin.

Zhang Cui Shan kemudian menyidiki pelaku penyiksaan adik seperguruannya tersebut. Dia kemudian menemukan Perusahaan Ekspedisi Long Men yang telah porak-poranda dan sebagian besar anggotanya tewas. Dia menemukan kalau ada seseorang yang mengaku sebagai dirinya yang menghabisi para pekerja Ekspedisi Long Men tersebut. Belakangan Zhang Cui Shan mengetahui kalau pelakunya adalah Yang So So, Pemimpin Klan Elang Langit.

Zhang Cui Shan diam-diam mengikuti Yang So So ke pertemuan rahasia Klan Elang Langit. Dalam pertemuan itu, Kakak Yang So So – yaitu Yin Lei – memamerkan Golok Pembunuh Naga yang didapatnya dari Yu Dai Yuan.

Di tengah pertemuan itu, muncullah Raja Singa Beramput Emas Xie Xun yang kemudian membunuhi semua peserta pertemuan itu dan mengambil Golok Pembunuh Naga. Dia lalu membawa Zhang Cui Shan dan Yang So So ikut dengannya menuju ke Pulau Terpencil.

Di tengah perjalanan, kapal yang mereka tumpangi karam. Yang So So berhasil membutakan mata Xie Xun.

Ketiganya berhasil selamat dan tinggal di sebuah pulau terpencil.  Di pulau itulah Zhang Cui Shan dan Yang So So kemudian menikah. Dari pernikahan itu mereka kemudian dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Zhang Wu Ji. Xie Xun sendiri kemudian diangkat sebagai Ayah Angkat Wu Ji.

Xie Xun kemudian menceritakan alasannya merebut Golok Pembunuh Naga. Hal ini dia lakukan karena ingin membalas dendam pada gurunya - Cheng Kun -  yang telah membunuh keluarganya, dan kini menghilang.

Zhang Cui Shan kemudian memutuskan untuk membuat sebuah rakit agar mereka semua dapat meninggalkan pulau tersebut. Namun Xie Xun memutuskan untuk tetap tinggal di pulau tersebut, sehingga akhirnya hanya Ci Shan, Yang So So, dan Wu Ji yang pergi meninggalkan pulau.

Sementara itu di Biara Butong, salah seorang murid Butong bernama Yin Li Ting berniat meminang Ji Xiao Fu dari Klan Emei. Tanpa diketahui Li Ting, Ji Xiao Fu terpikat oleh Yang Xiao dari Klan Ming setelah dia diselamatkan Yang Xiao dari kejaran Prajurit Yuan. Dari hubungannya dengan Yang Xiao, Xiao Fu kemudian melahirkan seorang anak perempuan yang dinamainya Yang Bu Hui.

Xiao Fu menyembunyikan keberadaan anaknya itu dari gurunya. Dan ketika Li Ting meminangnya, Xiao Fu meminta gurunya untuk membatalkan rencana pernikahan dirinya dengan Li Ting.

Zhang Cui Shan dan keluarga akhirnya tiba di rumah mereka kembali. Pada saat itu para pendekar sedang berkumpul di kediaman Klan Elang Langit dan mencari Golok Pembunuh Naga. Suasana di sana sudah sangat memanas. Cui Shan dan Yang So So berhasil menenangkan para pendekar. Dan para pendekar kemudian mengetahui kalau Golok Pembunuh Naga kini ada di tangan Raja Singa Berambut Emas Xie Xun.

Cui Shan pun akhirnya bertemu gurunya, Zhang San Feng. Ketika Butong Pay sedang merayakan ulang tahun Zhang Sang Feng yang ke-100 tahun, pra pendekar yang hadir jutru memaksa Cui Shan untuk memberitahu keberadaan Xie Xun. Karena Cui Shan menolak menghianati Saudara Angkatnya itu, para pendekar menjadi marah.

Salah seorang dari mereka kemudian menculik Wu Ji. Tapi Zhang Sang Feng berhasil menyelamatkan Wu Ji.

Karena terus ditekan dan diancam oleh para pendekar yang ingin tahu keberadaan Xie Xun, Cui Shan akhirnya bunuh diri. Yang So So juga bunuh diri, mengikuti jejak suaminya. Wu Ji hanya bisa melihat kedua orang tuanya meninggal. Dia sendiri saat itu sedang terluka terkena Jurus Tapak Besi Xuanming, sehingga keselamatan jiwanya terancam. Zhang San Feng kemudian memutuskan membawa Wu Ji mencari obat penyembuh.

Di tengah perjalanan, Zhang San Feng bertemu dengan salah seorang anggota Klan Ming bernama Chang Yu Chun. Dia memberitahu San Feng kalau dia sedang mencari seorang tabib bernama Hu Qing Niu yang konon dapat menyembuhkan segala jenis penyakit. San Feng akhirnya memutuskan untuk bersama Yu Chun mencari Tabib Hu. Mereka berhasil bertemu tabib itu. Tapi rupanya Tabib Hu menolak menyembuhkan orang-orang yang berasal dari Klan Ming. Karena menganggap San Feng adalah sekutu Ming , maka dia pun menolak membantu San Feng.

Meski demikian, Tabib Hu tetap menerim Wu Ji untuk diobatinya. Karena kondisi Wu Ji cukup parah dan butuh waktu lama untuk diobati, San Feng akhirnya meninggalkan Wu Ji di tempat Tabib Ming.

Dalam perjalanan pulang ke Biara Butong Pay, Sang Feng berjumpa dengan seorang gadis kecil bernama Zhou Zi Ruo. Dia kemudian membawa gadis itu ke Biara Klan Emei agar dapat dilatih di sana.

Sepuluh tahun kemudian, Kediaman Tabib Hu Qing Niu mendapat ancaman dari Nenek Bunga Emas yang ingin membalas dendam pada Tabib Hu. Dia sengaja mencederai banyak orang dan mengirimkan orang-orang tersebut ke rumah Tabib Hu. Mengetahui tindakan itu disengaja Nenek Bunga Emas, Tabib Hu membiarkan orang-orang yang terluka tersebut. Tapi Wu Ji – yang kala itu sudah dewasa - malah menolong dan menyembuhkan orang-orang tersebut.

Nenek Bunga Emas lalu datang dan membunuh Tabib Hu Qing Niu. Wu Ji kemudian meninggalkan kediaman Tabib Hu.

Di waktu yang sama, Di Biara Klan Emei, Pemimpin Klan Emei bernama Miejue menemukan kalau muridnya, Ji Xiao Fu, diam-diam telah punya anak dari hasil hubungan gelapnya dengan  orang dari Klan Ming. Karena itu dia membunuh muridnya tersebut. Anaknya, Yang Bu Hui kemudian melarikan diri dari biara. Dia bertemu dengan Wu Ji dan bersama-sama mereka mencari ayah dari Bu Hui.

Dalam perjalanan mereka, Wu Ji dan Bu Hui bertemu dengan He Tai Chong dari Klan Kunlun. Dia berhasil membujuk Wu Ji untuk memberitahu keberadaan Xie Xun. Pada saat Wu Ji akan dibunuh Tai Chong, Yang Xiao dari Klan Ming datang menolong. Dia kemudian mengetahui kalau Bu Hui adalah anaknya.

Wu Ji kemudian melanjutkan perjalanannya pulang ke Biara Butong. Tapi di perjalanan, dia berpapasan dengan Keluarga Pendekar Zhu dan Wu. Lagi-lagi, Wu Ji yang polos berhasil diperdaya sehingga memberitahu keberadaan Paman Angkatnya, Xie Xun. 

Pendekar Zhu berniat membunuh Wu Ji, namun Wu Ji berhasil kabur dan terjatuh di Lembah Tanpa Nama. Di dalam sebuah gua, Wu Ji menemukan Kitab 9 Matahari milik Guo Jing, dan dia pun berlatih ilmu tersebut.

Setelah menguasai Ilmu 9 Matahari, Wu Ji berusaha menaiki Lembah itu, namun dia terjatuh dan kakinya patah. Tanpa sengaja, murid Nenek Bunga Emas yang bernama Yin Li menemukan Wu Ji, lalu menolongnya.

Sementara itu, para pendekar menilai Klan Ming adalah klan yang sangat berbahaya yang harus dimusnahkan. Karena itu 6 klan terbesar di dunia persilatan bersatu untuk menghancurkan Klan Ming.  Untungnya Klan Elang Langit tidak bersedia mendukung para pendekar untuk menghancurkan Klan Ming. Mereka justru memutuskan untuk membantu Klan Ming. 

Wu Ji kemudian bertemu dengan salah seorang anggota Klan Ming, dan mereka diserang oleh Cheng Kun, Guru dari Xie Xun. Namun Wu Ji berhasil melawan dan melukai Cheng Kun. Ketika mengejar Cheng Kun, Wu Ji berjumpa dengan Xiao Zhao, pembantu Pemimping Klan Ming Yang Xiao. Xiao Zhao kemudian membantu Wu Ji menemukan sebuah jalan rahasia, yang membawa Wu Ji menuju ke tempat penyimpanan Kitab Teknik Gan Kun. Karena telah memiliki ilmu 9 Matahari, Wu Ji hanya butuh beberapa jam untuk menguasai Jurus Gan Kun tersebut.


BAGIAN 2 :
Setelah keluar dari ruang rahasia tempat penyimpanan Kitab Gan Kan, Wu Ji menemukan kalau 6 Klan Terbesar di Dunia Persilatan telah berhasil melukai para pengikut Klan Ming. Sebelum Klan Ming dibumi-hanguskan oleh ke-6 Klan tersebut, Wu Ji datang dan merelai mereka semua. Guru Zhuo Zi Ruo yang mewakili Klan Emei marah dengan campur-tangan Wu Ji. Dia kemudian memerintahkan Zhuo Zi Ruo melukai Wu Ji dengan Pedang Langit.
Para Paman Wu Ji dari Biara Bu Tong waktu itu baru mengetahui kalau Wu Ji adalah keponakan mereka, sehingga mereka pun menolong dan mendukung  Wu Ji. Wu Ji kemudian berhasil meyakinkan para pendekar untuk berdamai dan tidak menyerang Klan Ming lagi.

Ketika Klan Ming sedang berbenah diri pasca penyerangan yang dilakukan 6 Klan besar itu, Klan Pengemis justru mengambil kesempatan menguasai Markas Utama Klan Ming.

Karena posisi Pemimpin Klan Ming saat itu sedang kosong, Wu Ji kemudian diangkat sebagai pemimpin Klan Ming. Setelah menjadi pemimpin, Wu Ji bersama para anggota Klan Ming mengatur strategi untuk merebut kembali Markas Utama mereka. Strategi mereka berhasil, dan Markas Utama pun berhasil dikuasai kembali oleh Klan Ming.

Sementara itu, Pendekar Yin Li Ting dari Butong tiba-tiba diserang oleh seseorang yang tidak dikenal dan mengalami luka yang cukup serius. Saat Wu Ji dan Klan Ming menolongnya, mereka menemukan kalau luka yang dialami Li Ting sama dengan luka yang dialami Yu Dai Yan saat membawa Golok Pembunuh Naga dulu.

Wu Ji kemudian beranjak ke Biara Butong untuk memberitahukan hal ini kepada Zhang San Feng . Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seorang Putri Misterius dari Bangsa Yuan (Mongol) bernama Zhao Min. Zhao Min mengaku punya obat untuk menyembuhkan Yu Dai Yan dan Yin Li Ting. Tapi sebelum memberikan obat itu, Wu Ji harus melakukan tiga hal untuk Zhao Min.

Ketika Wu Ji sedang mencarikan obat, Yin Li Ting dirawat oleh Yang Bu Hui. Yin Li Ting jatuh hari pada gadis itu, dan mereka pun akhirnya menikah.

Di waktu yang bersamaan, Zhao Min menjebak para pemimpin klan di Biara Wanan dan melumpuhkan mereka dengan Serbuk 10 Aroma Pelumpuh Otot. Dalam kondisi tidak berdaya, para pemimpin klan itu dipaksa Zhao Min untuk mendukung Dinasti Yuan.

Demi mendapatkan obat penawar Serbuk 10 Aroma Pelumpuh Otot, Fan Yao – salah seorang anggota Klan Ming – yang berpura-pura bekerja untuk orang Mongol, kemudian menculik selir Raja Changhan Temur lalu membawanya ke Biara Wanan.

Raja Temur yang marah kemudian membakar Biara Wanan, dan membuat para pemimpin klan terjebak di dalamnya. Wu Ji kemudian datang dan menyelamatkan semua pemimpin klan. Sayangnya,  Pemimpin Emei Miejue terjatuh dari Biara Wanan dan meninggal.

Nenek Bunga Emas kemudian menculik Zhou Zhi Ruo. Wu Ji, Zhao Min, Yin Li, dan Xiao Zhao berhasil mengetahui tindakan Nenek Bunga Emas. Mereka diam-diam mengikuti Nenek Bunga Emas untuk membebaskan Zhou Zhi Ruo. Rupanya Nenek Bunga Emas pergi bersama Zhou Zhi Ruo menemui Raja Singa Berambut Emas Xie Xun.

Pada saat itu, Klan Ming dari Persia datang untuk mengambil alih kekuasaan Klan Ming yang ada di Tanah Tiongkok. Wu Ji bersama Paman Angkatnya Xie Xun berusaha menghalangi Klan Ming dari Persia tersebut. Namun mereka kalah kekuatan, dan akhirnya ditahan oleh Pasukan Klan Ming dari Persia.

Terkuak fakta bahwa Nenek Bunga Emas adalah ibu kandung dari Xiao Zhao. Demi membebaskan teman-temannya, Xiao Zhao kemudian memutuskan untuk bergabung dan menjadi pemimpin baru Klan Ming dari Persia. Wu Ji dan teman-temannya pun akhirnya dibebaskan.

Keesokan harinya, Zhao Min tiba-tiba menghilang. Semua orang yang, termasuk Wu Ji, terkena Serbuk 10 Aroma Pelumpuh Otot. Yin Li sendiri meninggal. Wu Ji kemudian memakamkan Yin Li, lau mencari Zhao Min alasan dia menghilang.

Wu Ji berhasil menemukan Zhao Min. Ketika tahu kalau Wu Ji menemui Zhao Min, Zhou Zhiruo cemburu dan berniat membunuh diri. Wu Ji yang tahu kalau Zhiruo punya hati padanya, kemudian memutuskan untuk menikahi Zhirou.

Saat pernikahan Wu Ji dan Zhirou sedang berlangsung, Zhang Min tiba-tiba datang ke pernikahan mereka dan mengajak Wu Ji pergi.

Ketika Wu Ji menolak, Zhang Min mengeluarkan sebuah benda dari kantongnya. Benda itu tidak lain adalah rambut singa milik Xie Xun. Melihat benda itu, Wu Jiakhirnya setuju mengikuti Zhang Min dan membatalkan pernikahannya dengan Zhirou.

Rupanya Xie Xun  saat itu ditahan di dalam Biara Shaolin. Cheng Kun menculik Ketua Biara Shaolin dan memperalat murid Shaolin untuk menghadapi Wu Ji. Wu Ji bertarung dengan para pendekar Shaolin dan berhasil menang. Dia mencoba menjelaskan rencana jahat Cheng Kun kepada 3 Ketua Shaolin, namun mereka tidak menggubris.

Zhou Zhiruo datang ke Shaolin dan membantu Wu Ji bertarung melawan ketiga Ketua Shaolin tersebut. Mereka berhasil menyelamatkan Xie Xun, kemudian bersama-sama bertarung melawan Cheng Kun. Akhirnya Cheng Kun pun berhasil ditaklukkan.

Setelah pertarungan itu, Xie Xun menceritakan kepada Wu Ji kalau orang yang telah meracuni Wu Ji dan teman-temannya dengan Serbuk 10 Aroma Pelumpuh Otot dan membunuh Yin Li adalah Zhou Zhiruo.

Sementara itu, Pasukan Mongol menyerang Shaolin. Namun ketika mereka melihat Zhao Min berada di dalam Shaolin, mereka ragu untuk menyerang.

Karena mengganggap Zhao Min penghianat, Raja Temur lalu memanah Zhao Min. Tapi Zhou Zhiruo menyelamatkan Zhao Min dari panah tersebut. Pasukan Mongol tidak jadi menyerang Shaolin.

Setelah itu, Zhiruo menyerahkan Pedang Langit kepada Wu Ji dan memutuskan kembali ke Biara Emei untuk menjalankan tugasnya sebagai Pemimpin Emei. Pedang Langit dan Golok Naga kemudian saling diadu, sehingga kedua senjata itu pun patah. Di dalamnya terdapat Kitab Wumu, Kitab 9 Bulan, dan Kitab Jurus Telapak 18 Naga Terbang.

Di akhir cerita Zhang Wu Ji memutuskan untuk melepaskan jabatannya sebagai Pemimpin Klan Ming dan menikah dengan Zhao Min.

Cerita serial New Heavenly Sword and Dragon Sable sangat kental mengangkat tema Persatuan. Kisah Heaven Sword And Dragon Sable mengajarkan, bahwa jika rakyat sebuah negara bersatu, maka negara tersebut akan menjadi kuat dan tidak mudah dipecah-belah oleh siapapun. Jing Yong menganalogikan keragaman suku bangsa dalam sebuah negara dengan banyaknya Klan yang semuanya bertikai karena ingin menguasai Golok Pembunuh Naga. Namun mereka kemudian dapat bersatu setelah punya visi dan misi yang sama.

Selain itu, ada 1 lagi pesan moral yang menarik dari serial ini, khususnya untuk Pendengar yang sedang mencari kekasih : Janganlah mencari kekasih hanya dengan melihat kecantikan atau ketampanan fisik seja. Dalam salah satu adegan, sebelum Yang So So bunuh diri, dia menasihati Wu Ji dan mengatakan padanya bahwa, ketika Wu Ji sudah besar nanti, janganlah mencari kekasih yang cantik, karena semakin cantik seorang wanita, semakin beracun pula wanita itu.  

Sebenarnya nasihat Yang So So ini dimaksudkan agar kelak saat mencari jodoh, Wu Ji jangan terpikat dari kecantikan fisik saja, namun harus melihat seseorang dari hatinya. Nasihat Yang So So terbukti ketika Wu Ji jatuh hati pada Zhou Zi Ruo. Paras Zhou Zi Ruo sangat cantik, namun di balik kecantikan wajahnya, dia ternyata sangat kejam dan beberapa kali mencelakai Wu Ji dan teman-temannya.

Karena itu ketika mencari kekasih, janganlah mencari kekasih hanya berdasarkan paras saja. Paras wajah bisa saja cantik, tetapi belum tentu hatinya sama cantik dengan wajahnya. 



JURUS SANG PENDEKAR :
Inilah jurus-jurus sakti yang dimiliki Chang Wu Ji yang diulas dalam kisah New Heaven Sword and Dragon Sabre :  
1.       九陽神功 (Jiu Yang Shen Gung) – Jurus 9 Matahari. Jurus ini merupakan jurus Tenaga Dalam yang bertujuan menyembuhkan luka dalam, sekaligus mengalirkan hawa panas dari dalam tubuh.

Wu Ji mengembangkan ilmu ini setelah mempelajari Kitab 9 Yang. Kitab 9 Yang itu ditemukannya di dalam perut seekor Gorila Putih. Konon kitab tersebut milik Biara Shaolin. Ketika orang Mongol mencurinya, Pendekar Rajawali  YO KO berhasil merebut kitab itu dan menyembunyikannya di dalam perut Gorila Putih.


2.       太極劍法 (Thai Ci Cien Fa) – Jurus Pedang Tai Chi. Jurus ini merupakan jurus pedang yang diciptakan Biarawan Butong Zhang San Feng, Kakek Guru Chang Wu Ji.

Jurus pedang ini merupakan pengembangan dari jurus Tai Chi. Jurus Pedang Tai Chi mengutamakan gerakan yang lentur bagaikan gerakan angin yang selalu berubah-ubah. Jurus ini diciptakan untuk menyerang musuh dengan meniru sifat 5 Elemen Utama dunia (Air, Api, Tanah, Kayu, dan udara / angin) yang terbagi dalam 54 jurus. Gerakannya sangat elegan dan licin seperti sutera, bergelombang tidak menentu bagai angin, mengalir penuh tenaga laksana air. Meski terlihat seperti gerakan tanpa tenaga, jurus ini merupakan jurus yang sangat berbahaya sekali dan mampu melumpuhkan musuh hanya dengan beberapa jurus saja.


Uniknya, untuk bisa menguasai jurus ini, orang yang berlatih jurus ini harus bisa melupakan semua gerakan jurus tersebut. Hal ini pun terjadi pada Zhang Wu Ji yang saat belajar ilmu ini langsung dari Zhang San Feng, dia harus melupakan semua gerakan jurus tersebut. Semakin banyak yang dilupakanya, semakin mahir pula dia menguasai ilmu Pedang Tai Chi tersebut. 



FAKTA SANG PENDEKAR :
-          Kisah Heaven Sword and Dragon Sable pertama kali diadaptasi ke dalam bentuk film tahun 1965, yaitu film layar lebar Yi Dien Du Lung Chi (倚天屠龍記 ) produksi Emei Film Company – Hong Kong. Film ini dikenal secara internasional dengan judul Story of The Sword and the Sable.  Yi Dien Du Lung Chi dibuat dalam 4 seri.
Seri pertama dirilis 15 Mei 1963 dan seri kedua 22 Mei 1963. Keduanya disutradarai Chang Ying dan Chai Zhang.
Sedangkan seri ketiga dirilis 30 Juni 1965 dan keempat dirilis tanggal 7 Juli 1965, dengan disutradarai Yang Kung Liang.
Pemeran keempat seri tersebut adalah Chang Ying (Zhang Cui Shan), Pak Yin (Yang So So), Lim Cia Sing (Zhang Wu Ji), Chen Bao Cu (Zhou Zhi Ruo), dan Chen Hui Ciu (Zhao Min).
Meski pun telah dibuat dalam 4 seri, namun karena keterbatasan durasi, film tersebut tidak sepenuhnya mengadaptasi semua elemen cerita dalam kisah Heaven Sword and Dragon Sable.

-          Sedangkan adaptasi serial televisi Heaven Sword and Dragon Sable pertama kali diproduksi dan ditayangkan TVB Jade pada tahun 1978. Serial tersebut diperani Adam Cheung / Cheng Sau Chiu (Zhang Wu Ji), Wang Ming Quan (Zhao Min), dan Zhao Ya Che sebagai  Zhou Zhe Ruo.  Serial ini cukup populer di masa itu, dan mengangkat nama Adam Cheung menjadi Aktor Top Hong Kong specialis Serial Televisi.

-          Film Kung Fu Cult Master adalah film adaptasi Heaven Sword and Dragon Sable teranyar yang dirilis tahun 1993. Film yang diperani Jet Li, Sammo Hung, Chang Min, Chingmy Yau, dan Gigi Lai ini awalnya akan dibuat dalam 2 seri. Namun karena buruknya penghasilan yang diperoleh film tersebut, maka film ini tidak pernah dibuat sekuelnya. Meski demikian, saat dirilis dalam bentuk DVD, film ini meraih respon yang sangat positif, terutama dari para penggemar Jet Li di seluruh dunia.Satu-satunya hal yang menarik dari film ini adalah koreografi perkelahian (yang dibuat Sammo Hung) sangat realistis dan fantastis. Sedangkan dari sisi cerita, alurnya terkesan dipaksakan dan terburu-buru. Banyak bagian penting dari novel Heaven Sword and Dragon Sable yang tidak ditampilkan, sehingga membingungkan penonton, terutama yang belum pernah membaca kisah Heaven Sword and Dragon Sable.  

Sedangkan serial televisi teranyar adalah The Heaven Sword and Dragon Saber tahun 2009 yang diproduksi oleh Huayi Brothers Media Corporation, Beijing. Serial ini diperani Deng Chao, Ady An, He Zhuo Yan, dan Zhang Meng. Berbeda dengan adaptasi sebelumnya yang mengadaptasi cerita bersambung dan novel edisi pertama Heaven Sword and Dragon Sable, maka adaptasi ini menggunakan cerita yang merupakan adaptasi dari novel edisi ketiga yang dirilis tahun 2005.

Novel Heaven Sword and Dragon Sable edisi ketiga mengalami perubahan yang cukup signifikan dari edisi-edisi sebelumnya.  Beberapa di antaranya :
a.       Yang tersimpan dalam Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga adalah Peta Pulau Persik yang menunjukkan lokasi penyimpanan kitab-kitab digjaya yang diburu para pendekar di dunia persilatan, yaitu Kitab Wumu, Pukulan 9 Matahari, Jurus Tongkat Pemukul Anjing milik Hong Qi Gong, 9 Cakar Tulang Putih milik Mei Chao Feng, dan Jurus 18 Tapak Naga milik Guo Jing.
b.      Pemilik pertama Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga adalah Guo Jing dan Huang Rong.  Awalnya kedua senjata itu akan mereka serahkan kepada anak sulung mereka, Guo Fu. Tetapi karena Guo Fu terkenal sangat ceroboh, maka kedua senjata itu mereka berikan kepada anak bungsu mereka, Guo Xiang.
c.       Zhang Wu Ji tidak dikisahkan menemukan Kitab 9 Matahari milik Guo Jing, namun dia justru menemukan penjelasan Jurus 9 Matahari tersebut di Kitab Sutra Lankavatara yang ditulis oleh Wang Chong Yang, seorang Pendeta Tao yang kelak menjadi Bhiksu dan murid Shaolin.
d.      YANG GUOyang sebelumnya tidak muncul di kisah Heaven Sword and Dragon Sable edisi-edisi sebelumnya, kini dimunculkan.
e.      Banyak hal berkenaan dengan Zhou Zhi Ruo yang diubah Jin Yong di Heaven Sword and Dragon Sable edisi ketiga. Perubahan paling radikal adalah berkenaan tentang kepemilikan Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga. Di edisi ini, kedua senjata tersebut dikisahkan sepenuhnya dikuasai Zhou Zhi Ruo. Dialah orang pertama yang mengetahui adanya Kitab yang tersimpan di dalam kedua senjata tersebut, dan menjadi orang pertama yang menguasai semua ilmu yang ada di ketiga kitab yang tersimpan di Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga.
f.        Selain itu, ketika tahu Zhang Wu Ji menemui Zhao Min, pada Edisi Ketiga novel Heaven Sword and Dragon Sable, Zhou Zhi Ruo tidak berpura-pura bunuh diri, tetapi malah menghilang selama beberapa bulan.  Belakangan diketahui kalau Zhou Zhi Ruo diam-diam pergi ke Pulau Persik mencari Kitab-kitab tersembunyi di pulau itu. Setelah mendapatkan semua kitab tersebut, Zhou Zhi Ruo menghabiskan waktu untuk menguasai semua teknik bela diri yang ada di kitab-kitab tersebut. Di akhir kisah, Zhou Zhi Ruo menjadi pendekar perkasa yang tidak terkalahkan. 
g.       Selain itu, Jin Yong juga menambahkan sebuah bab yang berisi sejarah perseteruan Shaolin dan Butong Pay yang menjadi awal dari rangkaian kejadian yang menimpa murid Butong Pay, Zhang Cui Shan dan Yu Dai Yuan.

Serial televisi New Heavenly Sword and Dragon Sable versi tahun 1986 menjadi tempat Tony Leung pertama kali menunjukkan kemampuannya mengolah vokal. Ya, Tony Leung yang saat itu telah sukses di dunia serial televisi, mencoba peruntungannya di dunia tarik suara, setelah terkesan dengan kesuksesan rekan sekerjanya, Andy Lau yang sudah lebih dulu sukses di dunia tarik suara dan sudah menelurkan beberapa album.  Di serial televisi New Heavenly Sword and Dragon Sable ini, Tony Leung dipercaya untuk menyanyikan semua theme song serial ini yang berjumlah 3 lagu.

Karena Tony Leung baru pertama kali bernyanyi, maka agar tidak cangung, produser TVB mengajak Anita Mui untuk bernyanyi bersama Tony Leung.  Ada pun 3 theme song dalam serial ini yang kesemuanya dinyanyikan Tony Leung yang berduet dengan Anita Mui, yaitu :
Lagu Pembuka : 劍伴誰在  - Cien Pan Sei Cai    
 Lagu Penutup 1 - 深山唱我歌  - Sen San Chang Wo Ge   
Lagu Penutup 2 - 心隨流水遠 – Xing Sui Liu Sui Lien  

Karena ini merupakan pengalaman pertama Tony Leung bernyanyi, jadi harap maklum kalau vokalnya belum semantap sekarang.

Serial New Heavenly Sword and Dragon Sable tahun 1986 pernah ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta Indonesia bulan Agustus 1995.

Ketika ditayangkan, serial ini meraih sukses yang luar biasa dan mendapat sambutan yang hangat dari pemirsa televisi Indonesia. Serial ini menjadi salah satu serial televisi Mandarin yang mengawali gelombang penayangan serial Mandarin yang sempat ramai di berbagai stasiun televisi swasta Indonesia di tahun 1990-an. Setelah kesuksesan penayangan New Heavenly Sword and Dragon Sabre, banyak serial televisi Mandarin lain yang kemudian tayang di beberapa televisi swasta Indonesia. Mayoritas serial tersebut tidak saja meraih kesuksesan yang sama,.

Beberapa di antaranya yang pernah tayang dan melegenda adalah Legenda Ular Putih (White Snake Legend / Pai Se Cen), Putri Huan Zhu (Huan Zhu Ge Ge), Putri Bunga Mei Hua, Pedang dan Kitab Suci, Kabut Cinta, Belenggu Pintu Cinta, Misteri Perkawinan, Sanggar Kenangan, dan lain-lain.  

Saat ditayangkan di televisi Indonesia, theme song serial ini New Heavenly Sword and Dragon Sabre menggunakan lagu berlirik bahasa Indonesia. Lagu tersebut berjudul To Liong To yang dinyanyikan duet Merry Andani dan John Way.

Uniknya, theme song yang dinyanyikan Merry Andani dan John Way tersebut aslinya bukan adaptasi / terjemahan theme song Heaven Sword and Dragon Sable versi mana pun.

Theme song tersebut merupakan adaptasi dari lagu Mandarin berjudul“Wo Bu Khai Khan Ni Te Yen Seng”.  Lagu tersebut dinyanyikan Kenny Bee yang berduet dengan Su Na, dan aslinya merupakan lagu penutup dari serial televisi Taiwan berjudul Xin Yue Ge Ge yang ditayangkan di Taiwan tahun 1995.

Sedikit informasi tentang serial Xin Yue Ge Ge :  Serial yang diadaptasi dari novel karya Qiong Yao ini mengisahkan tentang seorang Putri Raja bernama Sin Ye yang hidupnya terlantar akibat perang. Dia kemudian diasuh oleh seorang Jendral bernama Nu Da Hai yang kelak menjadikan Xin Ye sebagai istri mudanya. Sepanjang kisah serial televisi Xin Yue Ge Ge ini menceritakan penderitaan Xin Ye – sebagai istri kedua - yang terus-menerus mengalami penganiayaan dari istri pertama dan istri-istri Jendral Nu Da Hai yang lain. 

Serial Xin Yue Ge Ge ini pernah ditayangkan di sebuah stasiun televisi Indonesia pada tahun 1997 dengan judul PUTRI XIN YE. Saat ditayangkan di Indonesia, serial tersebut menggunakan versi asli lagu “Wo Bu Khai Khan Ni Te Yen Seng” yang ditempatkan di akhir setiap episode sebagai lagu penutup.  Sedangkan lagu pembuka serial tersebut menggunakan lagu berjudul XIN YUE yang dinyanyikan CHIANG YI HEN.

Serial ini menjadi hits dan menjadi salah satu tontonan favorit penonton Indonesia, khususnya para wanita. Daya tarik serial ini adalah pada banyaknya adegan menyentuh dan mengharu-biru di setiap episode.  

Monday, 9 January 2017

The Legend of Condor Heroes (1982) - 射鵰英雄傳


Disiarkan : 15 Oktober 2016


 A.SEJARAH SANG PENDEKAR :
Legend of the Condor Heroes adalah salah satu karya novel klasik Louis Cha (Jing Yong). Pertama kali terbit dalam bentuk cerpen di Hong Kong Commercial Daily (Xiang Kang Sang Bao) dari tgl 1 Januari 1957 – 19 Mei 1959.Cerpen itu sukses luar biasa, sehinga Jing Yong memutuskan untuk mengompilasi cerpennya ke dalam bentuk novel pada tahun 1975.

Legend of the Condor Heroes merupakan seri pertama dari Trilogi Rajawali. Dua seri lainnya adalah Return of the Condor Heroes (Sen Tiaw Shiak Li) dan Heaven Sword and Dragon Sable (To Liong To / Yi Thien Thu Lung Ci). 

Hingga hari ini Legend of Condor Heroes telah diadaptasi ke dalam 9 serial televisi dan 8 film layar lebar.

Adaptasi serial televisi teranyar dari legenda dirilis tahun 2008 (Legend of the Condor Heroes 2008), produksi Chinese Entertainment Shanghai Ltd , yang diperani Hu Ge, Ariel Lin, Justin Yuan, dan Cecilia Liu.

Sedangkan adaptasi versi layar lebar teranyar adalah Ashes of Time (1994) yang diperani Leslie Cheung, Tony Liang Jia Wei, Brigitte Lin, Tony Liang Chiau Wei, Karina Lau, Charlie Yeung, Jackie Cheung, dan Maggie Cheung.  Film ini dirilis dalam 2 versi : versi pertama menggunakan Bahasa Mandarin / Kanton untuk peredaran di negara Asia, dan  versi kedua menggunakan bahasa Inggris untuk peredaran di negara non Asia.

Yang menarik tentang perilisan film Ashes of Time adalah : Tidak lama setelah diedarkan,  Ashes of Time harus ditarik dari peredarannya karena kalimat-kalimat bahasa Inggris yang digunakan banyak yang keliru dan tidak tepat. Setelah melalui proses re-editing, film tersebut dirilis ulang pada tahun 2008 dengan judul Ashes of Time Redux.

Dari semua adaptasi itu, serial televisi yang dianggap sebagai adaptasi terbaik dari sisi cerita adalah Legend of Condor Heroes versi 1983 yang ditayangkan TVB Jade sejak tanggal 21 Februari – 2 Juli 1983.

Serial televisi Legend of Condor Heroes versi 1983 diperani oleh Felix Wang Je Hua (Guo Jing), Barbara Yeung / Weng Mei Ling (Huang Rong), Michael Miu / Miau Chiau Wei (Yang Kang), dan Yang Phan Yhan (Mu Nian Ci).


B. KISAH SANG PENDEKAR :
Legend of the Condor Heroes rilisan 1983 terdiri dari 59 episode yang terbagi dalam 3 bagian yaitu :
a.       Pengikut Setia Berdarah Baja - 射鵰英雄傳之鐵血丹心 – Se Tiau Ing Siung Chuan Ce Diek Xie Dan Xing (Episode 1 – 19)
b.      Bidat Timur dan Racun Barat – 射鵰英雄傳之東邪西毒 - Se Tiau Ing Siung Chuan Ce Tung Xie Shi Du (Episode 20 – 39)
c.       Duel di Gunung Hua - 射鵰英雄傳之華山論劍 – Se Tiau Ing Siung Chuan Ce Hua San Lun Cien (episode 40 – 59).



Bagian 1 :
Kisah The Legend of Condor Heroes diawali dengan perkenalan Biarawan Tao bernama Chiu Chu Cik dengan Yang Tie Xin dan Guo Xiao Tian, dua penduduk desa yang setia pada Dinasti Song.  Yang Tie Xin beristrikan Bau Xi Ruo, sedangkan Guo Xiao Tian beristrikan Li Ping.  

Saat itu Bau Xi Ruo dan Li Ping sedang hamil, sehingga suami mereka meminta Biarawan Chiu untuk memberikan nama untuk anak mereka. Maka Biarawan Chiu memberikan nama Guo Jing untuk anak Guo Xiao Tian, dan Yang Kang untuk anak Yang Tie Xin.Biarawan Chiu pun kemudian menghadiahi mereka belati yang telah dituliskan nama masing-masing anak.

Beberapa hari setelah itu, Pangeran Keenam dari Kerajaan Jin, Wang Yan Hong Lie terluka setelah bertarung dengan Biarawan Chiu. Dia berhasil menyelamatkan diri dan bersembunyi di kandang hewan milik Yang Tie Xin. Tanpa sengaja Bao Xi Ruo menemukan Wang Yang Hong Lie, kemudian menolongnya. Terpikat oleh kecantikan Bao Xi Ruo, Pangeran Wang kemudian menyuap Jendral Duan Thian De dari Kerajaan Song untuk membunuh Yang Tie Xin dan Guo Xiao Tian.

Guo Xiao Tian meninggal, dan istrinya ditahan Jendral Duan Tian De. Sementara itu Yang Tie Xin berhasil melarikan diri. Istrinya kemudian dibawa oleh Pangeran Wang.

Ketika Biarawan Chiu ke rumah Guo Xiao Tian dan Yang Tie Xin, dia terperanjat saat menemukan Guo Xiao Tian telah tiada dan Yang Tie Xin menghilang. Dia berusaha mencari keberadaan Yang Tie Xin, Bau Xi Ruo, dan Li Ping. Biarawan Chiu berhasil menemukan jejak Jenderal Duan yang membawa Li Ping bersembunyi di Biara Yunqi milik Ku Mu Dashi, seorang Anggota KelompokXien Xia yang juga Paman dari Jenderal Duan. Kepada Pamannya, Jenderal Duan berbohong kalau Biarawan Chiu adalah pembunuh yang berniat membunuhnya.  

Demi menolong keponakannya, Ku Mu Ta Shi pun bertarung dengan Biarawan Chiu. Tapi ilmu Biarawan Chiu terlalu hebat, sehingga dengan mudah dia mengalahkan Kumu Tashi. Kumu Tashi kemudian meminta bantuan 7 Pendekar Aneh dari Jiangnan (Jiang Nan 7 Guai) untuk menghadapi Biarawan Chiu. 

Pertarungan hebat yang tidak seimbang pun terjadi antara Kumu Ta Shi dan 7 Pendekar Aneh dari Jiangnan melawan Biarawan Chiu. Pertarungan itu berakhir seri, di mana Biarawan Chiu dan kedelapan lawannya terluka parah.  Mengetahui pamannya terluka, Jendral Duan lalu membawa Li Ping melarikan diri dari biara.

Karena pertarungan mereka dianggap seimbang, Biarawan Chiu mengusulkan pada Kumu Ta Shi dan 7 Pendekar Aneh dari Jiangnan untuk melanjutkan pertarungan 18 tahun kemudian dengan mengadu anak Yang Tie Xing dengan anak Guo Xiao Tien. Anak Yang Tie Xing akan dilatih oleh Biarawan Chiu, sedangkan anak Guo Xiao Tien akan dilatih 7 Pendekar Aneh. Mereka pun sepakat bertemu kembali 18 tahun kemudian.

Sementara itu, dalam pelariannya, Li Ping berhasil kabur dan tinggal di Gurun Gobi bersama masyarakat Mongolia. Dia kemudian mendapat perlindungan dari Temujin / Genghis Khan. Di sanalah dia melahirkan anak laki-laki, yang dinamainya Guo Jing, sesuai dengan nama pemberikan Biarawan Chiu.

Di waktu yang nyaris bersamaan, di kediaman Wang Yan Hong Lie di Istana Kerajaan Jin, Bau Xi Ruo juga melahirkan anak laki-laki yang dinamainya Yang Kang.  

Biarawan Chiu berhasil menemukan Bau Xi Ruo dan menjadi Guru untuk Yang Kang. Meski sudah dilatih Biarawan Chiu, diam-diam Yang Kang juga berguru pada Mei Cao Feng, salah satu dari Pembunuh Kembar dari Angin Hitam (黑風雙煞) dan  berlatih ilmu Cakar Tengkorak Putih (九陰白骨爪) dari Kitab Sembilan Bulan milik Mei Cao Feng.

Di perkemahan Temujin, Guo Jing mendapat latihan memanah dari Guru Panah Jebe dan bersahabat dengan anak Temujin, Tolui. Tujuh Pendekar Aneh dari Jiang Nan berhasil menemukan Guo Jing. Setelah melatih Guo Jing beberapa saat, mereka menyadari kalau anak tersebut tidak sesuai yang perkiraan mereka. Daya tangkapnya sangat lambat, sehingga cukup membuat frustrasi ketujuh pendekar tersebut saat melatihnya.

Guo Jing kemudian bertemu dengan Ma Yu, salah seorang dari 7 Orang Sakti dari Quanzhen (全真七子), yang kemudian melatihnya ilmu dasar dan tenaga dalam Quanzhen. Sejak berlatih ilmu Quanzhen, kemampuan beladiri Guo Jing maju dengan sangat pesat.

Mendekati waktu duel yang sudah ditentukan antara Guo Jing dan Yang Kuo, 7 Pendekar Aneh berpendapat kalau Guo Jing belum siap untuk melakukan duel itu. Karena itu, mereka membawa Guo Jing ke kota untuk mencari pengalaman lebih. Di kota, Guo Jing bertemu dengan seorang pengemis misterius yang terus-menerus mengikutinya. Guo Jing kemudian mengetahui kalau pengemis itu adalah seorang gadis cantik bernama Huang Rong.

Guo Jing dan Huang Rong kemudian menjadi saksi penculikan yang dilakukan Ou Yang Ke dari Gunung Onta Putih terhadap seorang gadis bernama Mu Nian Ci. Mereka kemudian menolong Mu Nian Ci. Berkat tindakannya itu, Guo Jing akhirnya berkenalan dengan Yang Tie Xin, ayah angkat Mu Nian Ci, yang juga ayah kandung Yang Kang.

Setelah itu, Yang Tien Xin mengadakan sayembara adu bela diri untuk mencarikan suami bagi Mu Nian Ci. Yang Kang ikut dalam sayembara itu dan menang. Namun dia tidak bersedia menikahi Mu Nian Ci dan mengatakan mengikuti sayembara itu hanya untuk bersenang-senang. Guo Jing marah dan membela Mu Nian Ci. Tapi dia kalah oleh pukulan Cakar Tengkorak Putih Yang Kang.

Beruntung Guo Jing berhasil diselamatkan Biarawan Tao Wang Chu Yi, yang juga salah seorang dari 7 Orang Sakti dari Quanzhen.

Yang Kang kemudian meminta maaf pada Guo Jing, lalu mengajaknya makan bersama sebagai wujud permintaan maaf. Ternyata ajakan makan itu hanya kedok agar Yang Kang bisa menangkap Guo Jing, Huang Rong, dan Wang Chu Yi. Guo Jing mengetahui niat jahat Yang Kang, dan terjadilah pertarungan di antara mereka. Guo Jing, Huang Rong, dan Wang Chu Yi berhasil kabur, tetapi Wang Chu Yi terkena racun. Saat Guo Jing mencari penawar racun, dia justru tergigit ular. Berkat tenaga dalam Quanzhen yang dimilikinya, Guo Jing tidak keracunan, bahkan dia kemudian kebal terhadap segala racun.

Ketika mengetahui kemampuan Guo Jing yang kebal terhadap racun, Liang Ze Weng - Pemilik ular tersebut - kemudian mengejar Guo Jing untuk meminum darahnya. Guo Jing dan teman-temannya berhasil melarikan diri dari kejaran Liang Ze Weng, namun terjebak di sebuah gua, tempat Mei Chao Feng bersemedi. Mei Chao Feng kemudian membantu Guo Jing  dan teman-temannya keluar dari pintu rahasia sehingga selamat dari kejaran Liang Ze Weng.

Sementara itu, Bao Xi Ruo mengetahui kalau suaminya masih hidup. Dia kemudian mengajak Yang Kang untuk tinggal meninggalkan semua kehidupan Bangsa Jin dan tinggal bersama ayahnya yang merupakan Bangsa Song.Yang Kang awalnya menuruti kemauan Ibunya. Tetapi ketika dia mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh para Tentara Jin, Yang Kang memutuskan untuk hidup dengan Bangsa Jin bersama Wan Yan Hong Lie. Dia memilih hidup sebagai Penghianat Bangsa tapi kaya-raya, daripada hidup sebagai Bangsa Han dan hidup dalam kehinaan.

Ketika tahu Yang Kang memilih tinggal bersama Bangsa Jin kembali, Biarawan Chiu memaksa Yang Kang untuk kembali ke bangsanya. Karena dipaksa, Yang Kang mengikuti kemauan Biarawan Chiu. Tapi diam-diam dia menggunakan ilmu Cakar Tengkorak Putihnya untuk menandai jalan yang dilaluinya, agar Wang Yan Hong Lie menyelamatkannya.

Wang Yang Hong Lie berhasil menemukan jejak yang ditinggalkan Yang Kang tersebut. Jejak itu membawanya hingga kediaman Yang Tie Xin. Pasukan Wang Yang Hong Lie pun menyerbu masuk ke kediaman Yang Tie Xin. Dalam kondisi terkepung dan sudah tidak mungkin selamat, Yang Tie Xin dan Bao Xi Rou akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup bersama.



Bagian 2 :
Di Bagian Kedua The Legend of Condor Heroes, ceritanya dibuka dengan aksi Pemimpin Kelompok Pengemis (Kaipang) Hong Qi Kong yang mencuri Kitab Wumu, Kitab yang berisi informasi inteligen tentang cara menaklukkan Bangsa Jin. Dia menyerahkan buku itu pada Pemerintah Song. Tapi niat baiknya tidak ditanggapi baik oleh Kaisar Song, sehingga buku itu diabaikan begitu saja. Tolui mengetahui keberadaan buku itu dan – bersama Huazheng, anak perempuan Genghis Khan – mereka berusaha mencurinya untuk kepentingan bangsa Mongol. Tapi mereka justru tertangkap pasukan Yang Kang.  

Hong Qi Kong berusaha menolong Tolui, tapi dia malah terkena racun dan mendapat serangan sengit dari Mei Chao Feng (Guru Yang Kang),  Untungnya, Hong Qi Kong berhasil menyelamatkan Tolui dan Huazheng, meski kemudian Huazheng terluka terkena pukulan Cakar Tengkorak Putih dari Yang Kang.

Guo Jing meminta Huang Rong untuk menyembuhkan Huazheng. Huang Rong kemudian mengetahui kalau Huazheng dulu pernah suka pada Guo Jing. Karena mengira Guo Jing juga punya hati pada Huazheng, maka ketika Ayah Huang Rong – Huang Yaoshi, Pemimpin Thau Hua Tau – mengajaknya pulang, Huang Rong pun pergi meninggalkan Guo Jing.

Mengetahui Huang Rung pulang ke kampung halamannya, Guo Jing menyusul ke Thau Hua Tau. Di pulau itu, Guo Jing berkenalan dan menjalin hubungan persaudaraan dengan Si Bocah Nakal周伯通; Zhou Buo Dong. 

Sementara itu,  Di Istana Pulau Persik, Si Racun dari Barat Ouyang Feng meminta Huang Rong untuk menikahi keponakannya, Ouyang Ke. Pada saat itu, Guo Jing muncul dan menyatakan kalau dialah yang paling pantas menikahi Huang Rong. Karena ada 2 orang yang memperebutkan Huang Rong, maka Huang Yaoshi memberikan 3 tes kepada Guo Jing dan Ou Yang Ke. Setelah melalui ketiga tes, akhirnya Guo Jing dinyatakan berhasil lulus dan mendapatkan restu Huang Yaoshi untuk menikahi Huang Rong.

Ternyata, tujuan Ouyang Feng meminta Huang Rung menikahi keponakannya, hanya agar dia dapat mengambil Kitab Jiu Yin yang tersimpan di Pulau Persik. Kitab Jiu Yin (九陰真經 – Jiu Yin Ceng Cin)merupakan kitab Jurus Paling Sakti di masa itu. Selain memuat Teknik Tenaga Dalam (Qi Gong), kitab ini juga berisi intisari dari 50,000 jurus terkemuka di dunia persilatan. Kabarnya, siapapun yang menguasai ilmu dari Kitab itu, akan menjadi orang paling kuat di dunia. Bahkan orang itu hanya butuh mengeluarkan satu jurus saja untuk menyapu bersih ribuan tentara terkuat dan terlatih yang mencoba melawannya.  Jadi wajar saja jika Ouyang Feng sangat berhasrat untuk mendapatkan Kitab tersebut.

Ketika keponakannya gagal dinikahkan dengan Huang Rong, Ouyang Feng kemudian menculik Guo Jing. Dia tahu Guo Jing pernah membaca kitab itu dan memaksanya menyalin isi kitab tersebut. Tanpa diketahui Ou Yang Feng, Guo Jing menulis isi kitab itu, tetapi dengan urutan yang terbalik. Akibatnya, ketika Ou Yang Feng berlatih mengikuti apa yang ditulis Guo Jing, aliran darahnya terbalik, dan dia menjadi gila.

Di sisi lain, Mu Nian Ci bertemu dengan Mei Chao Feng dan mengungkapkan isi hatinya tentang Yang Kang. Mei Chao Feng kemudian memanggil Yang Kang dan memaksanya menikahi Mu Nian Chi.   Setelah mereka menikah, Ouyang Ke mencoba merayu Mu Nian Chi. Yang Kang yang mengetahui hal itu kemudian membunuh Ouyang Ke.

Sementara itu, Hong Qi Kong yang sudah sekarat merasa sudah tidak mampu lagi memimpin Kaipang. Karena itu, dia mendelegasikan kepemimpinan kelompoknya pada Huang Rong  dengan memberikan Tongkat Pemukul Anjing sebagai bukti Kepemimpinan.

Huang Rong pun resmi menjadi Pemimpin ke-19 Kelompok Kaipang. Guo Jing dan Huan Rong lalu mendatangi Kelompok Kaipang untuk mengumumkan Huang Rong sebagai Pemimpin Kelompok Kaipang yang baru, menggantikan Hong Qi Kong.


Bagian 3 :
Pendengar, kembali lagi bersama YANG GUO di sini yang masih setia mengajak Pendengar berpetualang di Kampung Pendekar. Setelah tadi kita ikuti petualangan 2 Bagian Kisah Petualangan Guo Jing dan Huang Rong, kini kita sampai pada Bagian Terakhir dari petualangan mereka.

Sebagai Pemimpin Baru Kelompok Kaipang, hal pertama yang dilakukan Huang Rong adalah menyingkirkan Tetua Peng yang merupakan Senior di Kelompok tersebut. Huang Rong melakukan hal ini karena Tetua Peng sering menyebarkan berita negatif dan membuat perpecahan di dalam kelompok. Agar suasana kelompok tetap kondusif, Huang Rong pun mengambil langkah tersebut.

Tindakan Huang Rong membuat Tetua Peng. Dia kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Yang Kang guna membalas perbuatan Huang Rong.

Yang Kang mendatangi Kelompok Kaipang dan menyatakan dirinyalah sebagai Pemimpin Kaipang Baru yang sah. Hal ini dibuktikannya dengan membawa Tongkat Pemukul Anjing. Guo Jing berusaha merebut tongkat tersebut, namun berhasil dilumpuhkan Yang Kang yang dibantu Qiu Qian Ren dari KelompokTangan Besi (鐵掌幫).

Dibantu oleh Tetua Lu dari Kaipang, Huang Rong akhirnya berhasil meyakinkan para pengikut Kaipang kalau dialah Pemimpin Kaipang Baru yang sebenarnya. Qiu Qian Ren kemudian menyerang Huang Rong, sehingga dia terluka. Guo Jing menyelamatkan Huang Rong lalu – bersama Zhou Bu Tong – mereka bersembunyi di Ruang Rahasia Kelompok Tangan Besi. Zhou Butong kemudian memberitahu kalau satu-satunya orang yang mampu menyembuhkan Huang Rong adalah Biarawan Yideng (Yi Deng Ta Shi).

Dalam perjalanan mencari Biarawan Yideng, mereka bertemu dengan seorang wanita bernama Ying Gu yang membantu mereka menemukan Pedeta Yideng. Setelah menemukan Biarawan Yideng, Huang Rong berhasil disembuhkan. Namun pasca menyembuhkan Huang Rong, tenaga Biarawan Yideng menjadi lemah. Saat itulah Ying Gu mendatangani  Biarawan Yideng. Terungkaplah kalau Yideng dulunya adalah seorang Kaisar yang ahli mengobati berbagai penyakit, dan Ying Gu adalah selirnya. Ying Gu kemudian berselingkuh dengan Zhou Bo Tong sehingga menghasilkan seorang anak. Anak itu dilukai oleh sosok misterius. Ying Gu meminta bantuan Yideng untuk menyembuhkannya, tetapi Yideng tidak mau melakukannya. Akibatnya anak Ying Gu meninggal.

Qiu Qian Ren mengetahui keberadaan Guo Jing dan Huang Rong, lalu mengejar mereka ke tempat Yideng. Di sanalah dia bertemu dengan Ying Gu, yang mengenali Qiu Qian Ren sebagai orang yang melukai anaknya. Dalam pertarungan dengan Ying Gu, Qiu Qian Ren nyaris tewas jatuh ke jurang, tetapi ditolong Yideng. Setelah itu, Qiu Qian Ren bertobat dan menjadi murid Yideng. Dia pun mengganti namanya menjadi Ze En (慈恩).

Guo Jing dan Huang Rong kemudian melanjutkan perjalanan. Mereka bertemu dengan Pemimpin Pendekar Aneh Jiangnan Ke Zhen E yang memberitahu Guo Jing dan Huang Rong agar segera kembali ke Pulau Persik.Di pulau tersebut, Guo Jing dan Huang Rong menemukan banyak pengikut setia Huang Yaoshi yang meninggal dan makam ibu Huang Rong dirusak orang. Pelakunya tidak lain adalah Ouyang Feng dan Yang Kang. Mereka ternyata juga telah meracun Huang Yaoshi dan para guru dari Quanzhen. Saat Huang Rong dan Ke Zhen E mencari keberadaaan Ouyang Feng dan Yang Kang, tiba-tiba Ke Zhen E dipanah. Untungnya, panah tersebut hanya melukai Ke Zhen E. Tetapi luka Ke Zhen E cukup parah. 

Huang Rong segera menolong Ke Zhen E dan membawanya bersembunyi di sebuah rumah tua. Yang Kang dan Ouyang Feng berhasil mengejar dan mengepung mereka. Dengan kecerdikannya, Huang Rong berhasil membuat Yang Kang mengakui  segala perlakuan jahatnya, termasuk membunuh Ouyang Ke, keponakan Ouyang Feng.

Yang Kang memukul Huang Rong untuk menutup mulutnya, tapi tangannya menyentuh pakaian Huang Rong yang terdapat sisa racun milik Ouyang Feng. Akibatnya cukup fatal.  Yang Kang pun meninggal saat itu juga.

Setelah menguburkan Yang Kang, Guo Jing dan Huang Rong mengetahui kalau Mu Nian Ci  telah punya anak, hasil hubungannya dengan Yang Kang. Guo Jing kemudian menamai anak itu Yang Guo.

Di lain pihak, Genghis Khan telah memenangi banyak peperangan melawan Bangsa Jin. Dia kemudian mengajak Guo Jing untuk menjadi salah satu panglimanya dalam peperangan selanjutnya, yaitu menghancurkan Bangsa Sung. Karena Guo Jing adalah Keturunan Sung, maka dia menolak ajakan Genghis Khan itu. Dia malah kemudian memihak bangsa Sung dan bersama mereka, mereka bertarung melawan Genghis Khan untuk mempertahankan tanah air mereka.  Serial ini pun diakhiri dengan meninggalnya Genghis Khan dan kemenangan Bangsa Sung dalam perang melawan penjajahan Bangsa Mongol.

Pendengar, secara umum Pesan Moral yang ingin disampaikan dalam kisah The Legend of Condor Heroes adalah Cinta Tanah Air.  Tidak perduli berapa lama kita tinggal di negeri orang, namun identitas dan jati diri bangsa sudah terpatri dalam diri kita. Hal ini digambarkan Jing Yun pada diri Guo Jing. Meski dia lahir dan besar dalam Kelompok Bangsa Mongol, tetapi pada dasarnya dia adalah Keturunan Bangsa Sung. Sehingga ketika bangsanya membutuhkan bantuannya, Guo Jing tetap memilih membela bangsanya sendiri daripada bangsa penjajah. 

Pesan lain yang ingin disampaikan dalam kisah ini adalah : Setiap manusia memiliki karunia dan kemampuan yang berbeda-beda. Sudah seharusnya kemampuan yang dimiliki dapat digunakan untuk kebaikan. Hal ini dicontohkan pada diri Huang Rong. Dia memiliki kemampuan memimpin. Karena itu, ketika mendapatkan delegasi untuk memimpin Kelompok Pengemis, dia menggunakan kemampuannya untuk membuat Kelompok itu menjadi kelompok yang lebih baik dan kuat. Sebaliknya, Yang Kang yang meski memiliki kemampuan sebagai pemimpin, justru menggunakan kemampuannya untuk menipu, dan memanipulasi orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

YANG GUO yakin kalau masing-masing dari kita memiliki kemampuan dan talenta yang berbeda-beda. Hendaknya kemampuan itu kita gunakan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Ketika kita memfokuskan kemampuan kita untuk menolong orang lain, kita sebenarnya sedang meningkatkan kualitas kita menjadi pribadi yang lebih baik.



C. JURUS SAKTI SANG PENDEKAR :
Selama hidupnya, Guo Jing bertemu banyak pendekar sakti :  7 Orang Aneh dari Jiangnan, Hong Qi Gong, dan Huang Yao Shi.  Dari merekalah Guo Jing memperoleh banyak sekali jurus sakti. Namun dari kesemua jurus yang dimilikinya, ada 2 Jurus Sakti Guo Jing yang paling legendaris. Kedua jurus ini sangat populer, sehingga banyak diadaptasi, tidak saja dalam berbagai cerita silat Tiongkok, tetapi juga komik manhua, film, serta kehidupan nyata.

1.  Xiang Long 18 Zhang (18 Pukulan Penakluk Naga)
Adalah jurus silat yang sangat terkenal dan menakutkan dari kelompok pengemis. Guo Jing diajari ilmu ini oleh Pengemis Utara Hong Qi gong . Dengan menguasai ilmu ini, Guo Jing kemudian menjadi Pendekar Sakti yang Tidak Terkalahkan di Dunia Persilatan. Ilmu 18 Pukulan Penakluk Naga ini dicitakan menggunakan prinsip-prinsip Ajaran Tao dan Kong Hu Chu yang termuat di Kitab I Ching.  Ada pun ke 18 Jurus Xiang Long 18 Zhang adalah :
a.       Jurus 1 : 見龍在田 (Berjumpa Sang Naga di Ladang Padi) – Merupakan Jurus terkuat dari 18 Jurus Xiang Long 18 Zhang, karena jurus ini merupakan energi murni dari dalam tubuh yang terkumpul lalu dilepaskan melalui telapak tangan. Siapapun yang terkena hantaman energi ini, dipastikan tidak akan selamat.
b.      Jurus 2 : 飛龍在天 (Naga Terbang Menghentak Khayangan) – Jurus ini digunakan saat Sang Pendekar meloncat, lalu melepaskan serangkaian pukulan dari udara. Jurus ini merupakan jurus paling berbahaya kedua dari Xiang Long 18 Zhang setelah jurus pertama tadi.
c.       Jurus 3 : 鴻漸於陸 (Hong Cien Yi Luo; Burung Hong Merengkuh Bumi) – Bagaikan seekor Burung Hong yang  terbang dan mendarat ke bumi, jurus ini menekankan serangan mendadak dari atas ke bawah dengan memanfaatkan tenaga telapak tangan bagian atas yang dihujamkan langsung ke tubuh lawan.
d.       Jurus 4 : 或躍在淵  (Huo Ye Cai Yuen;  Lompatan dalam Kegelapan) – Jurus ini merupakan gertakan kepada lawan, di mana pukulan bertubi-tubi dilancarkan ke bagian-bagian mematikan tubuh lawan tanpa dimaksudkan untuk mencederai. Serangan ini dipastikan akan merontokkan nyali lawan untuk melanjutkan pertarungan.
e.      Jurus 5 : 羝羊觸藩  (Di Yang Chu Fan; Domba Melabrak Pagar) – Jurus ini terinspirasi dari teori perang yang dibuat oleh Jendral Zhou Yi, di mana tenaga lawan digunakan untuk melukai lawan itu sendiri.
f.        Jurus 6 : 潜龙勿用  (Chien Long Wu Yong;  Serangan Naga Tanpa Ampun) -  Mirip dengan jurus Keempat (Lompatan dalam Kegelapan), jurus ini menggunakan energi murni tubuh untuk menakuti lawan. Jurus ini tidak bertujuan mencelakai, namun hanya menakuti lawan sebelum pertarungan dimulai. Namun jika tidak menunjukkan rasa takut, maka jurus ini bisa digunakan untuk melukai lawan. 
g.        Jurus 7 : 突如其來 (Du Ru Qi Lai; Lompatan dalam Bayangan) –  Jurus ini adalah jurus lompatan tinggi yang memungkinkan Pengguna Jurus ini dapat menghindari serangan lawan.
h.       Jurus 8 : 神龍擺尾 (Sen Lung Bai Wei;  Naga Sakti Menggoyang Ekor) -  Jurus ini menggunakan hentakan bahu dan lengan untuk menghalau serangan lawan dari berbagai arah.
i.         Jurus 9 : 龍戰於野  (Lung Can Yi Ye; Naga Bertempur di Alam Liar) – Jurus maut ini menggunakan tendangan untuk pertarungan jarak pendek.
j.        Jurus 10 : 利涉大川(Di She Da Chuan;  Serangan Tak Terduga) – Jurus ini digunakan untuk mengelabui lawan, yaitu dengan melakukan tendangan ke belakang, sehingga mengganggu fokus lawan yang terkonsentrasi pada serangan dari depan.
k.       Jurus 11 : 雙龍取水  (Suang Long Qi Sui; Sepasang Naga Mencari Air) – Merupakan jurus pertama yang diterima Guo Jing dair Hong Qi Gong. Jurus ini menggunakan aliran energi murni dari dalam tubuh yang dihempaskan keluar melalui dua telapak tangan.
l.         Jurus 12 : 魚躍於淵   (Yi Yue Yi Yuen; Ikan Bermain-main di Air Dalam) – Jurus ini mengandung gelombang energi murni yang cukup menakutkan dan mampu menghempaskan lawan dari jarak jauh hanya dengan sebuah kibasan tangan yang pelan.
m.    Jurus 13 : 震驚百里   (Cen Cing Bai Li; Goncangan Hingga 100 Li) – Jurus yang juga menggunakan gelombang energi murni dari dalam tubuh yang mampu menggoncangkan tanah hingga sejauh 100 Li.
n.      Jurus 14 : 損則有孚  (Sun Ce You Fu; Serangan Naga Terluka) – Bagaikan hewan yang terluka, maka serangan yang dilancarkannya pun makin menakutkan. Demikian juga dengan jurus ini yang menggunakan gerakan membabi-buta, sehingga sangat berbahaya bagi para lawan.
o.      Jurus 15 : 時乘六龍  (She Chang Liu Long; Bertempur dengan Mengendarai 6 Naga) – Jurus maut ini digunakan untuk menghadapi beberapa orang yang menyerang sekaligus. Dengan menggunakan energi dari dalam tubuh yang dikeluarkan ke 6 arah, maka para lawan dipastikan akan terluka parah jika terkena jurus ini.
p.      Jurus 16 : 密雲不雨   (Yi Yin Bu Yi; Mendung Tanpa Hujan) – Jurus ini digunakan pada saat sedang dikepung musuh, di mana orang yang menggunakan jurus ini dapat berlari dengan sangat cepat, menghindari serangan lawan, sekaligus melontarkan serangkaian pukulan jarak pendek ke arah lawan-lawannya.
q.      Jurus 17 :  履霜冰至 (Lu Xuang Bing Zhe; Menjejak Ujung Embun Es) – Jurus meringankan badan tingkat tinggi yang memungkinkan orang yang menggunakan jurus ini untuk melompat jauh dengan hanya bantuan benda kecil dan lemah, seperti daun, air, bahkan sebatang rumput sekalipun.
r.        Jurus 18 :  亢龍有悔 (Kang Lung You Hui; Penyesalan Sang Naga Angkuh) -  Jurus Pamungkas ini merupakan intisari dari kesemua jurus Xiang Lung 18 Zhang, di mana jurus ini mengeluarkan energi  18 Naga yang meraung-raung dan menimbulkan deru angin yang menghancurkan daerah sekelilingnya. Meski sama dasyatnya dengan Jurus Pertama (Berjumpa Sang Naga di Ladang Padi), tetapi jurus ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan hanya bersifat mengusir para lawan saja.


2. Jiu Yin Zhen Jing  (Kitab 9 Rembulan)
Banyak orang salah mengartikan Kitab 9 Rembulan sebagai Kitab Jurus Maut yang barang siapa menguasainya, akan dapat membuat dia sebagai Pendekar tidak terkalahkan.

Sebenarnya  Kitab Sembilan Rembulan adalah kitab kumpulan jurus-jurus sakti (salah satunya jurus Cakar Tulang Putih Sembilan Rembulan yang dipelajari oleh Mei Chaofeng, murid Huang Yaoshi), ilmu pengobatan, tenaga dalam, tehnik jebakan, senjata gelap, dan lain-lain.

Kitab Sembilan Rembulan disusun oleh Huang Shang, seorang pejabat pemerintah di masa kekaisaran Song, yang berbakat dalam ilmu silat dan kesusasteraan. Kaisar Song memerintahkan Huang Shang untuk menyusun satu kitab berdasarkan ribuan gulungan surat berisikan aneka ragam keterangan, dari tenaga dalam, ilmu pengobatan, sampai filsafat Tao. Kompilasi ini menjadi jilid pertama dari Kitab Sembilan Rembulan (Kitab Sembilan Rembulan bagian luar).

Empat puluh tahun kemudian Huang Shang menyusun jilid kedua dari Kitab Sembilan Rembulan (kitab Sembilan Rembulan bagian dalam), berdasarkan hasil penyelidikan dan latihannya selama empat puluh tahun. Ilmu silat yang dihimpun dan ditulis Huang Shang pada kitab tersebut mampu menetralisir ilmu silat mana pun dari partai-partai silat yang ada saat itu.

Kedua jilid Kitab Sembilan Rembulan tidak terdengar kabarnya selama beberapa tahun dan baru muncul lagi saat turnamen di Gunung Hua yang pertama diadakan. Lima jagoan besar – si Sesat Timur Huang Yaoshi, Racun Barat Ouyang Feng, Kaisar Selatan Duan Zhixing, Pengemis Utara Hong Qigong, dan Dewa Pusat Wang Chongyang – setuju pemenang dari turnamen tersebut akan menjadi pemilik tunggal dari Kitab Sembilan Rembulan. Setelah pertarungan yang sengit selama tujuh hari, Wang Chongyang akhirnya memenangkan turnamen, dan merebut Kitab Sembilan Rembulan.

Wang Chong Yang mewariskan Kitab Sembilan Rembulan kepada adik seperguruannya si Bocah Tua Nakal Zhou Botong. Setelah kematian Wang Chongyang itu, Zhou Botong pergi ke Pulau Bunga Persik untuk memperingati si Sesat Timur Huang Yaoshi untuk tidak mencoba-coba mencuri kitab itu dari tangannya. Istri Huang Yaoshi yang memiliki ingatan fotografis, mampu mengingat seluruh isi dari Kitab Sembilan Rembulan dengan sekali melihat saja. Ia kemudian menyalin seluruh isi dari Kitab Sembilan Rembulan itu untuk suaminya. Mei Chaofeng dan Chen Xuanfeng murid dari Huang Yaoshi belakangan mereka mencuri kitab salinan Kung Fu Sembilan Rembulan.

Beberapa tahun kemudian, salinan Kitab Sembilan Rembulan, yang telah ditatokan Chen Xuanfeng di kulit dadanya, tanpa sengaja jatuh ke tangan Guo Jing, saat Mei Chaofeng bertarung dengan Hong Qigong dan 7 Pendekar Kang Lam.

Bertahun-tahun setelah itu, saat Guo Jing dan Huang Rong, yang sedang mempertahankan benteng Xiang Yang dari serangan kaum Mongolia, mereka menyembunyikan Kitab Sembilan Rembulan bersama dengan ilmu silat yang lain, manual Delapan Belas Jurus Pukulan Penakluk Naga, ke dalam dua senjata yang mereka tempa dari pedang Xuan Tie Jian (Pedang Baja Sejati) milik Yang Guo yang sangat keras dan berat.  Kedua senjata itu adalah Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga, yang dikenal  Para Pendekar dengan sebutan YI THIEN DU LUNG CHI / TO LIONG TO.

Pedang Langit diwariskan Guo Jing kepada putri termudanya Guo Xiang, yang kemudian mendirikan Partai E’Mei. Seratus tahun kemudian, ketua generasi ke-4 Partai E’Mei, Zhou Zhiruo dapat membongkar rahasia Kitab Sembilan Rembulan ini dan sempat menggunakannya untuk menimbulkan kekacauan di dunia persilatan pada waktu itu. Nasib dari Kitab Sembilan Bulan setelah itu tidak diketahui lagi.


D. FAKTA SANG PENDEKAR :
1. WENG MEI LING (BARBARA YUNG) :
Banyak penonton menyebutkan kalau salah satu alasan kesuksesan serial Legend of Condor Heroes versi 1983 terletak pada Barbara Yung (Weng Mei Ling), yang memerani Huang Rong. Hal ini sebenarnya tidak berlebihan,  mengingat gadis kelahiran Hong Kong 7 Mei 1959 itu memang  menjadi sangat terkenal pasca Legend of The Condor Heroes. Dia tidak saja terkenal karena kemampuan aktingnya, tetapi juga kecantikannya. Daya tarik Weng Mei Ling terletak pada 2 gigi depannya yang  agak menyembul keluar bibir tipisnya. Kedua gigi depannya itu dijuluki penggemarnya dengan sebutan “Gigi Kupu-kupu”. Tidak heran dengan kemampuan dan kecantikannya itu, Weng Mei Ling berhasil mengumpulkan basis penggemar yang cukup besar di seluruh Asia (Hong Kong, Tiongkok, Taiwan, Singapura, termasuk Indonesia), di mana mayoritas para penggemarnya adalah pria.

 Weng Mei Ling mengawali karirnya di dunia hiburan tahun 1982, setelah meraih posisi ke-9 di ajang Miss Hong Kong Pageant. Pasca mengikuti kompetisi itu, dia mendapat tawaran bermain serial televisi dari TVB. Serial pertama yang diperaninya adalah The Legends of the Unknowns (十三妹; Sek San Mei) di mana dia mendapatkan peran kecil di sana. Karirnya baru melesat setelah memerani serial televisi TVB kedua berjudul Legend of Condor Heroes. Lewat perannya sebagai Huang Rong, dia tidak saja terkenal di Hong Kong tetapi juga di negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, setelah serial televisi tersebut ditayangkan di stasiun televisi setempat dan dirilis dalam bentuk video.

Sayang, pada tanggal 14 Mei 1985, di usianya yang baru 26 tahun, Weng Mei Ling meninggal dunia karena menghirup gas elpiji di apartemennya di Broadcast Drive, Kowloon. Dari investigasi yang dilakukan pihak berwajib, ditemukan bukti kalau Weng Mei Ling bunuh diri. Banyak orang di masa itu yang kemudian berspekulasi kalau penyebab aksi bunuh Weng Mei Ling itu adalah keteretakan hubungan asmaranya dengan Kent Tong (Thang Cek Yeh), salah seorang aktor populer TVB saat itu. Meski Kent Tong tidak pernah memberikan keterangan apapun terkait spekulasi yang beredar saat itu, tetapi kasus kematian Weng Mei Ling sempat mengganggu perkembangan karier Kent Tong di masa itu. 


2. FELIX WONG  (HUANG JE HUA) :
Bagi Felix Wong, serial televisi Legend of Condor Heroes bukanlah serial pertama baginya, karena sebelum bermain di serial tersebut, dia sudah lebih dulu terkenal sebagai aktor TVB – Hongkong lewat beberapa serial sukses yang diperaninya, seperti The Misadventure of Zoo (流氓皇帝 – Liu Mang Huang Ti, 1981),  Demi-Gods and Semi Devil (Thien Long Ba Bu, 1982), dan The Wild Bunch (13 Thai Bau, 1982). Meski demikian, harus diakui kalau Legend of Condor Heroes menjadikan Felix Wong sebagai aktor papan atas Hong Kong spesialis serial televisi yang sangat terkenal di era 1980an. Bahkan dibandingkan Andy Lau, Tony Leung, Michael Miu, dan Kent Tong yang juga sama-sama terkenal di era itu, Felix Wong adalah yang paling populer dan memiliki basis-penggemar terbesar saat itu.


3. THEME SONG “LEGEND OF CONDOR HEROES” :
Seperti yang saya ulas di awal, saat dirilis, serial ini dibagi menjadi 3 Bagian. Setiap bagian menggunakan Lagu Tema (Theme Song) yang berbeda, yaitu :
Bagian 1 : 鐵血丹心 (Diek Siek Dan Sing)
                Bagian 2 : 一生有意義 (Yi Seng You Yi Yi)
                Bagian 3 : 世間始終你好 (She Cien Se Cong Ni Hau)

Ketiga lagu tersebut dinyanyikan Roman Tam (羅文 – Luo Wen) yang berduet dengan Jenny Tseng (Cen Ni).

Roman Tam adalah penyanyi Cantopop ternama Hong Kong terutama di era 1980-1990an. Kepopulerannya dalam dunia tarik suara, membuatnya dijuluki “Godfather of Cantopop”. Roman meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 2002 di usia 57 tahun karena kanker liver.

Jenny Tseng adalah artis yang paling sering menjadi rekan duet Roman Tam. Mereka sangat sering berduet dan menyanyikan Theme Song serial televisi Hong Kong di masa itu, terutama serial televisi produksi TVB. Hingga hari ini Jenny Tseng masih aktif menyanyi.

Jenny Tseng adalah istri dari (mendiang) Aktor Alexander Fu Sheng, seorang aktor populer di era 1970-an. Nantinya Fu Sheng juga bermain di film adaptasi Legend of The Condor Heroes berjudul trilogi The Brave Archer. Di salah satu seri dari trilogi The Brave Archer tersebut, Jenny Tseng juga diminta untuk menyanyikan theme song-nya.  Di segmen berikutnya, kita akan bahas tuntas trilogi The Brave Archer ya...


4. STEPHEN CHOW DI “LEGEND OF THE CONDOR HEROES (1983)”
Di serial Legend of The Condor Heroes, Anda akan melihat Stephen Chow (Chow Sing Che) berakting sebagai salah satu prajurit Huang Yaoshi di Pulau Persik. Pada masa itu, Stephen Chow baru menapaki karirnya sebagai artis. Dia mengambil sekolah akting di TVB dan lulus pada tahun 1982. Dia kemudian mendapatkan beberapa kesempatan bermain sebagai figuran di beberapa serial televisi TVB seperti Demi Gods and Semi Devils versi 1982, The Legend of Master So (蘇乞兒 - Su Chi Er, 1982),  The Emissary (獵鷹 – Liek Ying, 1982), dan The Old Miao Myth (老洞  - Lau Dong, 1982).


5. INFORMASI UPDATE :
Baru-baru ini Huace Media & Perfect Picture and Media Group dari China menginformasikan kalau mereka sedang mempersiapkan pembuatan serial televisi Legend of The Condor Heroes terbaru yang rencananya akan tayang di Musim Panas 2017 mendatang.  Proses shooting sudah berlangsung sejak 10 Maret 2016 silam. Ada pun pemeran serial ini adalah :
o   William Yang (Yang Xu Wen) sebagai Guo Jing
o   Li Yi Tong sebagai Huang Rong
o   Cheng Xing Xu sebagai Yang Kang
o   Meng Zi Yi sebagai Mu Nian Ci

Michael Mui (Miao Chiao Wei) yang tadinya bermain sebagai Yang Kang di serial televisi Legend of The Condor Heroes versi 1983 juga ikut ambil bagian dalam serial ini. Dia akan berperan sebagai Huang Yao Shi, ayah Huang Rong dan Pemimpin Pulau Persik.



Untuk kisah lain yang lebih seru, tonkrongin terus 
KAMPUNG PENDEKAR di Radio Suara Indah 92.1 FM, Bandung
setiap hari Sabtu, pukul 13.00 - 15.00
(live-streaming : www.suaraindahfm.com)